Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Targetkan Kenaikan Peringkat Indeks Inovasi Nasional 2025

Lutfi Hanafi • Jumat, 4 Juli 2025 | 03:30 WIB

 

SAPA TAMU - Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat hadir dalam evalauasi IID 2024 dan PID 2025, di Ruang Buketan, Kamis (3/7/2025).
SAPA TAMU - Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat hadir dalam evalauasi IID 2024 dan PID 2025, di Ruang Buketan, Kamis (3/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memacu diri untuk menjadi daerah inovatif yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Bahkan berusaha mengulang sukses, setelah sukses menembus peringkat ke-7 nasional dalam Indeks Inovasi Daerah Tahun 2024.

Kini, Pemkot Pekalongan memasang target lebih tinggi dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut untuk tahun 2025.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Evaluasi Indeks Inovasi Daerah 2024 dan Penguatan Inovasi Daerah 2025 yang digelar di Ruang Buketan, Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Kamis 3 Juli 2025.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid memimpin langsung jalannya evaluasi bersama seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

“Alhamdulillah, tahun lalu kita berhasil meraih peringkat ke-7 secara nasional dan menerima penghargaan langsung di Surabaya. Tahun ini, kami targetkan naik peringkat, atau minimal bisa mempertahankan posisi tersebut. Persaingan semakin ketat, tapi kita tetap optimis,” ungkap wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Ia menekankan, kuantitas bukan segalanya.

Menurutnya, inovasi harus benar-benar berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Lebih baik satu inovasi yang matang dan bermanfaat nyata, daripada banyak tapi hanya sekadar angka,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Aaf juga menyatakan, komitmen inovasi tidak hanya berhenti di level dinas, tetapi harus menjalar hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ia berharap, setiap elemen pemerintahan bisa menjadi lokomotif perubahan dan melahirkan gagasan kreatif yang solutif untuk kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo menyampaikan, pembangunan inovasi di Kota Pekalongan telah menunjukkan lompatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

 

“Tahun 2020, kita hanya punya 4 inovasi yang dinilai tinggi. Tahun 2021, karena pandemi, hanya satu inovasi yang masuk. Tapi di 2024, kita berhasil menjaring 135 inovasi di tingkat nasional, dan tahun 2025 ini kami sudah mengantongi 218 inovasi potensial,” jelasnya.

Menurut Cayekti, penguatan kapasitas teknis terus dilakukan untuk mendorong lahirnya inovasi berkualitas dari berbagai sektor, mulai dari dinas, sekolah, puskesmas, hingga masyarakat umum.

Pihaknya juga aktif melakukan pelatihan, pendampingan, dan monitoring agar setiap gagasan tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa diimplementasikan dan berkelanjutan.

Inovasi-inovasi yang lahir di Kota Pekalongan selama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari layanan publik berbasis digital, pemberdayaan ekonomi kreatif, penguatan sistem kesehatan, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan transparansi pemerintahan.

Langkah Kota Pekalongan untuk terus berinovasi sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan transformasi digital nasional.

Mas Aaf menekankan bahwa inovasi bukan sekadar syarat administratif dalam lomba-lomba pemerintah, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan warga. 

“Kami tidak ingin inovasi hanya untuk sekadar pamer. Yang kami kejar adalah manfaat riil bagi masyarakat,” tutup Aaf.

Dengan capaian yang telah diraih dan langkah yang terus dimatangkan, Kota Pekalongan optimis bisa naik kelas dalam Indeks Inovasi Daerah 2025, sekaligus memperkuat citranya sebagai kota yang kreatif, adaptif, dan solutif. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #Indeks Inovasi Daerah #Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) #Mas Aaf #Pemerintah Kota Pekalongan