Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Miris! Warga Pekalongan Pilih Buang Sampah di Pinggir Jalan, Padahal Sudah Disediakan TPST

Lutfi Hanafi • Selasa, 8 Juli 2025 | 15:45 WIB
SAMPAH MENUMPUK - Penampakan sampah menumpuk di pinggir jalan Urip Sumoharjo Kota Pekalongan, Senin (7/7/2025).
SAMPAH MENUMPUK - Penampakan sampah menumpuk di pinggir jalan Urip Sumoharjo Kota Pekalongan, Senin (7/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Bau menyengat menyeruak dari tumpukan sampah liar di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya dari Perempatan Bendo hingga kawasan Pringlangu.

Pemandangan ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga dan pengguna jalan yang lalu-lalang di kawasan padat tersebut.

“Setiap hari pasti lewat sini, baunya menyengat banget. Kadang plastik sampai terbang ke jalan,” keluh Mulyono, warga yang tengah membeli gorengan, Senin 7 Juli 2025.

Baca Juga: Meninggal di Nusakambangan, Guru Cabul Ini Wariskan Luka Mendalam
 
Kondisi serupa juga dirasakan Ratih, warga lainnya.

“Kadang sampahnya sampai tumpah ke tengah jalan,” keluhnya.

Tumpukan sampah rumah tangga, sisa makanan dari pedagang, hingga limbah plastik tampak berserakan, mencemari lingkungan dan menimbulkan kesan kumuh.

Baca Juga: Pemkot dan Muhammadiyah Dorong UMKM Bangkit dan Naik Kelas
 
Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan sudah menyediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Brayan Resik di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, sebagai solusi jangka panjang.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyayangkan sikap sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan.

“Padahal mereka bisa membuang sampah ke TPST. Bahkan sampah organik bisa dimanfaatkan bersama, bukan dibuang sembarangan,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf ini prihatin.

Baca Juga: Batik Karate Cup Tingkat Jateng Perebutkan Piala Wakil Wali Kota Pekalongan
 
Menurutnya, permasalahan sampah bukan hanya soal teknis pengangkutan atau ketersediaan tempat pembuangan. Lebih dari itu, ini adalah persoalan perilaku.

“Selama pola pikir warga belum berubah, penanganan sampah akan jalan di tempat,” tegasnya.

Untuk itu, Pemkot Pekalongan akan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga: TPA Degayu Resmi Ditutup Permanen pada November 2025, Para Pemulung Bingung

Tak hanya lewat kampanye, tapi juga melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam membentuk kebiasaan baru soal membuang sampah pada tempatnya.

Penanganan sampah memang bukan tugas satu pihak.

Kota yang bersih bukan hanya hasil kerja keras petugas kebersihan, tapi cermin dari warganya yang peduli.

Baca Juga: Tidak Dimasukkan Kandang, Unggas Berkeliaran Bisa Jadi Milik Umum di Desa Ini

Kota Pekalongan kini tengah berpacu, bukan sekadar mengangkut sampah, tapi juga membangun budaya baru, buang sampah di tempatnya.

Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan penanganan sampah belum optimal.

Tumpukan di sejumlah titik, terutama di kawasan Bendo, belum seluruhnya terangkut.

Baca Juga: Wah! Bekas Sri Ratu akan Disulap Jadi Mal Keren, Ini Bocorannya

 

Warga pun berharap solusi yang hadir bukan sekadar bersifat sementara.

“Harus ada penanganan jangka panjang. Bukan hanya dari pemerintah, tapi semua warga juga harus sadar dan ikut menjaga lingkungan,” pinta Wulan, warga setempat. (han/fajrulfalah/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #tpst #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid