METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kesadaran menjaga lingkungan dan semangat gotong royong menggema di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa 8 Juli 2025.
Ratusan pasang mata tertuju pada panggung Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang mengusung tema besar ‘Sinergi Tri Pilar dalam Penanggulangan Darurat Sampah dan Kebencanaan’.
Di tengah ancaman bencana dan menumpuknya persoalan sampah, harapan baru mulai menyala.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Ajukan Perubahan APBD 2025, DPRD Evaluasi Agar Lebih Realistis
Dari forum ini, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, yang akrab disapa Mas Aaf, mengajak semua unsur untuk bergerak dalam harmoni, pemerintah, aparat TNI/Polri, serta masyarakat akar rumput.
Mas Aaf menyebutkan, Pekalongan Barat ini salah satu wilayah paling rawan.
Kalau tanggul jebol atau hujan ekstrem, dampaknya luar biasa. Pemkot sudah mengusulkan pembangunan tanggul permanen ke pusat.
Baca Juga: Atasi Pengangguran, Dinperinaker Ajari Warga Kota Pekalongan Digital Marketing AI
“Tinggal kita kawal bersama agar cepat terealisasi,” tegas Aaf.
Namun Aaf tak hanya berbicara soal bahaya bencana. Ia juga menyoroti persoalan klasik yang tak kalah mengganggu, sampah.
Menurutnya, Pekalongan Barat justru berpotensi menjadi pionir dalam pengelolaan sampah terpadu.
Baca Juga: Meninggal di Nusakambangan, Guru Cabul Ini Wariskan Luka Mendalam
Beberapa kelurahan sudah menunjukkan progres nyata, bahkan digerakkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
“Kita dikejar target hingga November. Wilayah Barat dan Utara cukup bagus pengelolaannya. Tinggal wilayah Timur dan Selatan yang perlu didorong lebih agresif,” ujarnya sambil memotivasi perangkat kelurahan yang hadir.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, lanjut Aaf, tak tinggal diam.
Baca Juga: Pemkot dan Muhammadiyah Dorong UMKM Bangkit dan Naik Kelas
Dukungan alat seperti incinerator, pencakar sampah, hingga kolaborasi dengan komunitas seperti Pekalongan Tanggap terus digulirkan.
Tapi baginya, solusi bukan hanya dari alat dan program, melainkan dari semangat sinergi.
“Ini bukan kerja pemerintah saja. Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat RT-RW hingga masyarakat luas punya peran besar. Kalau kita kompak, tak ada yang mustahil,” pungkas Aaf menutup sambutannya dengan nada optimistis. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla