METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Bangunan tua eks Gedung Sri Ratu yang selama ini hanya menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu, kini siap berdenyut kembali.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi menggandeng PT Nuansa Merdeka Jaya untuk menghidupkan kembali ikon pusat perbelanjaan tersebut.
Tak sekadar rencana pembangunan, kabar ini menyulut semangat baru bagi pelaku UMKM di sekitarnya.
Baca Juga: Ajari Anak Muda Kota Pekalongan Cara Dagang Laris Manis Lewat Tik Tok Shop
Selama bertahun-tahun, kawasan eks Sri Ratu di Jalan Merdeka ibarat kota mati. Deretan ruko yang dulu ramai kini tertutup debu.
Warung dan toko-toko di sekelilingnya bertahan dalam sunyi, hanya berharap keramaian suatu hari akan kembali. Namun segalanya mulai berubah.
“Wah bakal ramai tuh kalau jadi dibuka lagi, apalagi kalau isinya toko peralatan rumah tangga,” ucap Eni, karyawan warung Mie Ayam dan Bakso Mie Rasa, penuh semangat saat ditemui Rabu 9 Juli 2025.
Baca Juga: Warga Pekalongan Barat Kompak Atasi Sampah dan Bencana dengan Gotong Royong
Ia bukan satu-satunya yang merasakan harapan baru. Sofyan, pegawai toko sarung Al Samsi yang berlokasi tidak jauh dari gedung eks Sri Ratu, juga menyambut positif rencana pembangunan gedung bernama AZKO tersebut.
Baginya, ini bukan sekadar revitalisasi bangunan—melainkan peluang hidup baru bagi ekonomi warga sekitar.
“Kalau pusat belanja hidup lagi, penjualan sarung dan produk lainnya pasti meningkat. Aktivitas ekonomi bakal kembali menggeliat,” tuturnya.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Ajukan Perubahan APBD 2025, DPRD Evaluasi Agar Lebih Realistis
Gedung AZKO direncanakan menjadi pusat perbelanjaan peralatan rumah tangga modern. Aktivitas bisnis yang sempat vakum pun akan kembali berdenyut.
Bagi UMKM, ini adalah momentum emas untuk bangkit dari keterpurukan panjang.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menjelaskan, kolaborasi ini tak berhenti pada eks Sri Ratu saja.
Baca Juga: Miris! Warga Pekalongan Pilih Buang Sampah di Pinggir Jalan, Padahal Sudah Disediakan TPST
Pemkot juga tengah membuka peluang kerja sama dengan investor lain untuk memanfaatkan Gedung Atrium yang lokasinya tidak jauh dari situ.
“Kami ingin pusat kota kembali ramai. Jika ruko-ruko sekitar hidup lagi, tentu ekonomi juga tumbuh. Keramaian jangan hanya terpusat di satu titik, ini juga soal pemerataan,” tegasnya.
Pemkot optimistis, kehadiran investasi ini akan menciptakan efek domino, mulai dari meningkatnya daya beli, menggeliatnya UMKM, hingga terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Baca Juga: Atasi Pengangguran, Dinperinaker Ajari Warga Kota Pekalongan Digital Marketing AI
Komunikasi dengan investor terus dilakukan, dan Aaf berharap segera tercapai kesepakatan.
“Kami mendorong agar proses ini segera tuntas. Bila berhasil, dampaknya akan sangat positif, bukan hanya ekonomi tapi juga sosial. Kota ini butuh geliat baru,” imbuhnya. (han/frajrulhadiyanto/ida)
Editor : Ida Nor Layla