METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Tanggul penahan rob di kawasan Pantai Slamaran, Kota Pekalongan, kini tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir rob, tapi juga menjadi tempat nongkrong favorit warga saat sore hari.
Setiap hari menjelang senja, tanggul yang membentang di tepi pantai itu ramai dikunjungi warga dari berbagai usia, mulai dari anak muda hingga keluarga.
Pemandangan matahari terbenam yang indah, semilir angin laut, dan suasana santai menjadikan tanggul ini spot baru untuk bersantai sambil menikmati jajanan.
“Kalau sore gini enak banget duduk di sini. Anginnya sejuk, bisa lihat sunset. Kadang sekalian ngopi atau beli cilok,” kata Rizal, warga Panjang Wetan yang hampir tiap minggu datang ke tanggul Slamaran.
Rizal mengaku tertarik ke lokasi tersebut karena suasananya yang terbuka dan alami.
Ia juga menyebutkan, lokasi itu semakin nyaman karena mulai ada penjual makanan ringan dan minuman.
Ramainya warga yang datang, membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil di sekitar.
Salah satunya adalah Bu Sri, pedagang kopi dan gorengan yang biasa berjualan dekat ujung tanggul.
“Alhamdulillah, sekarang ramai. Dulu sepi, cuma petugas yang lewat. Tapi sejak orang-orang suka nongkrong di sini, jualan saya jadi lebih laris,” kata Bu Sulastri yang sudah berjualan di kawasan itu sejak awal 2023.
Ia menyebutkan, dalam sehari bisa menjual puluhan kopi dan puluhan bungkus gorengan.
Warga yang datang biasanya duduk lesehan di pinggir tanggul sambil menikmati suasana laut, bahkan tak sedikit yang membawa tikar sendiri.
Tanggul Pantai Slamaran yang sebelumnya hanya dikenal sebagai titik rawan rob, kini berubah menjadi ruang publik yang hidup.
Potensi ini dinilai bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata pesisir sederhana yang tetap ramah lingkungan dan memberdayakan UMKM lokal. (fajrulfalahadiyanto/ida)
Editor : Ida Nor Layla