METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Di ruang Jlamprang komplek Setda Kota Pekalongan, ratusan pasang mata menatap penuh harap.
Hari itu, Senin 14 Juli 2025, menjadi momen penting bagi 196 peserta pelatihan kerja sama LPKS dan BLKK Kota Pekalongan.
Mereka resmi menuntaskan pelatihan dan menanti hasil uji kompetensi. Ini gerbang awal untuk menapaki dunia kerja sesungguhnya.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab yang memberikan motivasi kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus menajamkan keterampilan.
“Ini bukan akhir, tapi langkah awal kalian menuju dunia nyata. Jadikan pelatihan ini pondasi untuk melangkah lebih jauh,” ujar Balgis dengan semangat.
Pelatihan yang dilaksanakan selama beberapa minggu ini, ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi oleh tiga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada 12–13 Juli 2025 lalu.
Meski hasil resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) masih dalam proses penilaian, optimisme tinggi mengiringi setiap lulusan.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekalongan, peserta yang lolos seleksi pelatihan telah melalui proses ketat.
Dari 336 pendaftar, tersaring menjadi 196 peserta terpilih yang tersebar di 6 LPKS dan 1 BLKK, dengan beragam keahlian seperti tata boga, menjahit, komputer, desain grafis, dan mengemudi.
“Kami berharap seluruh peserta dinyatakan kompeten. Sertifikat BNSP ini sangat penting, apalagi di tengah persaingan tenaga kerja yang makin ketat,” jelasnya.
Salah satu kisah menarik datang dari Ningkamalia, warga Buaran, yang mengikuti pelatihan mengemudi selama 20 hari.
Bukan hanya soal keterampilan baru, tapi juga tentang mimpi menjadi perempuan mandiri.
“Saya ingin jadi driver online. Pelatihannya membantu sekali, apalagi saya perempuan. Sekarang saya lebih percaya diri,” ujar Ningkamalia, yang menjadi satu dari lima peserta perempuan di kelas mengemudi.
Program pelatihan ini dirancang tak hanya untuk meningkatkan keterampilan, tapi juga menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Syarat pendaftaran cukup sederhana, ber-KTP Kota Pekalongan, berusia minimal 18 tahun, sehat jasmani, belum bekerja atau kuliah, dan aktif mengikuti informasi dari media sosial Dinperinaker.
Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal, pelatihan ini menjadi jembatan nyata antara pencari kerja dan peluang dunia industri.
Dengan selesainya pelatihan dan menunggu hasil sertifikasi, Pemkot Pekalongan berharap para alumni bisa segera terjun ke dunia kerja dengan kompetensi terukur dan bersertifikat resmi.
Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis SDM yang unggul.
Baca Juga: Pelatihan Gratis Dibuka, Pemkot Rekrut Semua Usia Produktif Kerja
“Kami ingin mereka tidak hanya pintar, tapi punya dokumen resmi yang membuat mereka bisa bersaing di luar Pekalongan, bahkan nasional,” pungkas Kepala Dinperinaker. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla