Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Sediakan Insinerator Tanpa Asap dan Edukasi Warga

Lutfi Hanafi • Rabu, 16 Juli 2025 | 04:01 WIB

KOMPAK - Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan jajaran, saat sosialisasi penanganan sampah di TPS3R Pringrejo, Selasa (15/7/2025).
KOMPAK - Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan jajaran, saat sosialisasi penanganan sampah di TPS3R Pringrejo, Selasa (15/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tampaknya tak mau setengah-setengah dalam menyelesaikan masalah sampah.

Berbagai strategi inovatif diterapkan untuk mengejar target bebas timbunan sampah organik sebelum November 2025.

Kini menyediakan teknologi insinerator tanpa asap, hingga pengolahan sampah rumah tangga dengan metode eco enzyme secara bersamaan.

Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, Polres Pemalang Langsung Tancap Gas Lakukan Razia Besar-Besaran

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan, komitmen ini bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata. Seperti mendatangkan langsung mesin Insinerator dari Bandung.

“Mesin ini mampu membakar sampah tuntas tanpa asap,” terangnya saat meninjau TPS3R, Selasa 15 Juli 2025.

Tapi menurut Aaf - panggilan akrab wali kota- Pemkot tidak bisa bergerak sendiri. Perlu kerja sama dengan masyarakat.

Baca Juga: Warga Kota Pekalongan Siap Siap, Tim Gabungan Lakukan Razia Lalulintas

Meski mesin canggih telah tersedia, edukasi tetap jadi kunci. Terbukti, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan sempat terekam kamera CCTV dan viral.

Hal ini membuat Pemkot semakin serius menggaet komunitas lingkungan, relawan, hingga influencer lokal untuk sosialisasi masif, terutama lewat media sosial.

Dengan pendekatan dua arah, yaitu teknologi insinerator untuk TPS dan eco enzym untuk rumah tangga.

Baca Juga: RAPBD Kota Pekalongan 2025 Diketok, DPRD Beri PR Sampah, Pajak, dan MBG

“Kalau masyarakat belum tergerak, mungkin edukasi kami yang kurang. Maka kami menggandeng semua pihak untuk kampanye, dari TPS hingga media digital,” tambah wali kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso, terkait alat, satu unit mesin mampu membakar 500 kg hingga 1 ton per jam, tanpa mencemari udara. Tahun ini, enam unit insinerator telah disebar di TPS Pringrejo, Krapyak, dan beberapa titik padat sampah lainnya.

Baca Juga: Rektor IWIMA Pekalongan, Dr. Paminto Agung Christianto, dari Merayap hingga Memimpin

Menariknya, sisa pembakaran tidak dibuang begitu saja. Abu hasil insinerasi dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk membuat paving block dan batako.

“Kami pastikan semuanya zero waste. Bahkan paving block-nya lebih kuat jika dicampur pasir gunung,” ujar Nurjanah, operator lapangan.

Bagi skala rumah tangga, Pemkot mendorong warga mengolah sampah organik menggunakan eco enzym.

Baca Juga: Semangat Ribuan Warga Semarakkan Festival Bubur Suro 2025, Wawalkot Balgis Diab Ungkap Cerita dan Filosofinya

Program edukasi ini digerakkan oleh para pegiat lingkungan dan komunitas peduli sampah.

Riski, narator program ini, menjelaskan, eco enzym sangat ampuh mengatasi bau busuk dari sisa makanan dan buah.

“Cukup campur 70 persen sampah buah, 1 kg gula merah, dan 5 liter air. Simpah dalam wadah tertutup selama sebulan. Hasilnya cairan berwarna coklat yang bisa digunakan untuk mengurangi bau, pupuk cair, bahan pembersih alami,” jelas Riski antusias.

Bagi yang ingin isi ulang, cukup menambahkan air dan gula ke larutan sisa. Prosesnya mudah, murah, dan ramah lingkungan.

Langkah ini mendapat apresiasi dari banyak pihak dan diharapkan jadi percontohan di kota lain.

Kini, tinggal menunggu apakah masyarakat Pekalongan siap bergerak bersama, dari dapur hingga TPS, demi kota yang bersih, sehat, dan bebas sampah. (han/fajrulfalahadiyanto/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Dinas Lingkungah Hidup #sampah #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid