METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Bau menyengat yang berasal dari aliran limbah batik di Sungai Asem Binatul mulai dikeluhkan warga Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan.
Warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai mengaku terganggu dengan aroma tak sedap yang muncul hampir setiap hari, terutama saat pagi dan sore.
Aliran sungai yang seharusnya bersih kini tampak keruh kehitaman.
Warga menduga kuat bau menyengat tersebut berasal dari limbah cair industri batik yang masuk ke sungai tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.
Ningsih, warga Kelurahan Podosugih mengaku, sudah lama mencium bau menyengat dari arah sungai.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, intensitasnya semakin parah.
“Baunya makin menusuk, Mas. Anak saya sampai sering batuk dan mual tiap pagi. Kalau cuaca panas dan angin dari arah sungai, makin terasa,” keluhnya saat ditemui pada Jumat 18 Juli 2025.
Tak hanya kesehatan, kenyamanan warga pun ikut terganggu.
Banyak warga yang tak lagi menjemur pakaian di luar rumah, enggan membuka jendela, dan merasa tidak betah tinggal lama di rumah sendiri.
Sutaryo, warga lainnya yang rumahnya juga berada di tepi sungai, menyayangkan minimnya penanganan dari pihak terkait.
Ia berharap pemerintah turun tangan langsung memeriksa sumber limbah dan memberi sanksi tegas bagi pelaku usaha yang tak memiliki pengolahan limbah.
“Kalau dibiarkan terus, bisa jadi sumber penyakit. Kami enggak butuh janji, butuh tindakan,” tegasnya.
Warga Podosugih kini berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatasi pencemaran yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini.
Sungai Asem Binatul yang dulunya bersih kini berubah menjadi saluran limbah, mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat. (fajrulfalahadiyanto/ida)
Editor : Ida Nor Layla