METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Proses pengundian lapak di Pasar Banjarsari sudah berlangsung tiga hari. Kini giliran pedagang los basah lantai I yang mendapat kesempatan menentukan posisi lapaknya.
Proses pengundian berlangsung di Ruang Jlamprang Setda Kota Pekalongan yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid bersama Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Supriono, Rabu 23 Juli 2025.
Dari hasil pantauan langsung, tidak ada kondisi, dan tidak ada komplain. Ini bukti bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan serius menjunjung transparansi dan berkeadilan.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tertib,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
Wali kota menambahkan, antusiasme pedagang menjadi bukti kembalinya mereka ke lapak permanen dengan suka cita.
Pasar Banjarsari yang sempat luluh lantak akibat kebakaran beberapa waktu silam, kini siap bangkit kembali dengan wajah baru.
Baca Juga: RSUD Bendan Pekalongan Bersiap Menjadi Rumah Sakit Pendidikan, Siap Tampung Koas
“Pedagang bisa mulai memasukkan barang dagangan secara bertahap mulai 31 Juli 2025. Pasar ini akan kami resmikan pada Agustus 2025, konfirmasi menunggu dari kementerian,” imbuhnya.
Sebagai bentuk komitmen transparansi, Pemkot Pekalongan menayangkan seluruh proses pengundian secara live streaming di YouTube @dindagkopukmkotapekalongan.
Upaya ini menuai penghargaan karena menjawab keresahan pedagang soal keadilan dan keterbukaan.
Baca Juga: Harga Beras Melonjak! 1.174 Warga Pekalongan Dapat Bantuan Beras dari Wali Kota Pekalongan
“Semua bisa menyaksikan secara langsung. Tidak ada yang tertutup-tutupi. Inilah bentuk keterbukaan yang diinginkan masyarakat,” tegas Mas Aaf.
Setelah seluruh pedagang resmi menempati pasar baru, pasar darurat di Sorogenen dan Patiunus akan dibongkar.
Mengenai teknis dan mekanisme pembongkaran, termasuk opsi lelang, akan ditentukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Baca Juga: Lapak Pasar Banjarsari Diundi, Pedagang Harapkan Lokasi Strategis
Wali kota pun memastikan bahwa langkah-langkah ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga pemulihan kepercayaan dan semangat usaha para pedagang kecil yang menjadi denyut nadi perekonomian Kota Pekalongan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla