METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Jalan Mataram, Jalan Majapahit, dan area sekitar Lapangan Mataram kini ramai dipadati para pelari setiap sore, dari usia remaja hingga dewasa.
Aktivitas lari sore hari kini menjelma menjadi gaya hidup warga Kota Pekalongan.
Tren positif ini terlihat meningkat sejak beberapa bulan terakhir. Warga yang semula hanya berjalan santai, kini mulai rutin berlari, baik untuk menjaga kebugaran, menurunkan berat badan, atau sekadar refreshing selepas bekerja.
"Dulu saya cuma jalan kaki, sekarang jadi terbiasa lari karena makin banyak orang yang ikut. Jadi lebih semangat," kata Rizki Fadillah, mahasiswa asal Tirto yang hampir setiap hari lari di kawasan Lapangan Mataram.
Menurut Rizki, suasana di kawasan itu sangat mendukung untuk lari.
"Pohon rindang, jalannya datar, dan banyak teman baru. Sekarang malah jadi ketagihan lari sore," tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Suci Pratiwi, mahasiswi yang rutin lari di area Lapangan Mataram. Ia menilai, kegiatan lari bukan hanya menyehatkan, tapi juga membuat lebih produktif.
"Habis lari tuh rasanya plong. Stres berkurang, dan malamnya bisa tidur lebih nyenyak," katanya.
Fenomena ini mendorong munculnya pelari komunitas kecil yang berlatih bersama secara informal.
Mereka biasanya berkumpul tanpa aturan khusus, hanya bersepakat untuk saling menyemangati dan menjaga konsistensi.
Dengan tren lari yang kian meningkat ini, warga Pekalongan menunjukkan gaya hidup sehat bisa tumbuh dari kebiasaan sederhana.
Cukup dengan sepasang sepatu dan kemauan untuk bergerak. (fajrufalahadiyanto/ida)
Editor : Ida Nor Layla