Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Bakar Sampah karena Alat Kurang, Balgis Janji Kirim Insinerator

Lutfi Hanafi • Sabtu, 26 Juli 2025 | 03:00 WIB

 

TINJAU - Wawalkot Pekalongan Hj Balgis Diab, Kepala DLH Sri Budi Santoso dan Kepala DPUPR didampingi Lurah Sapuro Kebulen, Achmad Machmuddin saat turun langsung ke TPS3R Jerli, pada Kamis (24/7/2025).
TINJAU - Wawalkot Pekalongan Hj Balgis Diab, Kepala DLH Sri Budi Santoso dan Kepala DPUPR didampingi Lurah Sapuro Kebulen, Achmad Machmuddin saat turun langsung ke TPS3R Jerli, pada Kamis (24/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Asap tebal yang belakangan ini menutup sebagian wilayah Sapuro Kebulen, Kota Pekalongan, bukanlah tanpa sebab.

Di balik kepulan asap tersebut, ada semangat gotong royong warga yang sedang membangun solusi pengelolaan sampah mandiri melalui TPS3R Jerli.

Namun, karena keterbatasan alat pemusnah, pembakaran sampah pun menjadi pilihan darurat.

Warga sekitar yang dipimpin langsung oleh Lurah Sapuro Kebulen Achmad Machmuddin, menjelaskan, tungku pembakaran yang ada masih dalam tahap penyempurnaan.

“Ini murni inisiatif warga bersama Yayasan Makam Sapuro, Polresta Pekalongan, UNIKAL, dan LKK Sapuro Kebulen, dengan anggaran sementara Rp 15 juta. Tapi karena kapasitas alat belum memadai, kami terpaksa membakar sampah,” ungkapnya, Jumat 25 Juli 2025.

Kondisi ini pun menarik perhatian Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab. Dengan didampingi Kepala DLH Sri Budi Santoso dan Kepala DPUPR, ia turun langsung ke TPS3R Jerli pada Kamis 24 Juli 2025 untuk melihat kondisi lapangan.

Baca Juga: RAPBD Kota Pekalongan 2025 Diketok, DPRD Beri PR Sampah, Pajak, dan MBG

Di sana, Balgis menyatakan, pembakaran sampat tersebut bisa berdampak polusi. "Kalau dibakar terus, ini bisa menambah masalah. Hentikan dulu ya. Kita bantu alat insinerator secepatnya," tegas Balgis saat berdialog dengan warga. 

Sri Budi Santoso menambahkan, pihak DLH Kota Pekalongan akan segera mengangkut sisa sampah dan bekerja sama dengan DPUPR untuk pengerukan serta pengelolaan sampah yang tertahan.

“Ini situasi darurat. Kami segera turun tangan agar warga tidak terus terganggu,” ujarnya.

Langkah warga membangun TPS3R Jerli dinilai sebagai bentuk kemandirian yang patut diapresiasi.

Kelurahan Sapuro Kebulen telah mengaktifkan kembali Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ngudi Resik, yang bergerak mengedukasi warga terkait pengolahan sampah dari rumah tangga.

Musyawarah bersama RT/RW dan para tokoh masyarakat pun telah dilakukan untuk memetakan solusi jangka pendek dan panjang.

Baca Juga: Kota Pekalongan Targetkan Giant Sea Wall, Tangani Banjir dan Sampah Sekaligus

Dalam masa tanggap darurat ini, strategi penanganan pun terfokus pada edukasi, sosialisasi ke rumah-rumah warga, pendataan pelanggan jasa angkut sampah (PJAS), serta penertiban titik pembuangan sampah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui SK Nomor 600.4.15/0556 Tahun 2025 telah menetapkan status darurat sampah.

Sejalan dengan itu, Pemkot membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“InsyaAllah, dengan kerja sama yang kompak seperti ini, dalam 6 bulan ke depan kita bisa melihat perubahan nyata. Kuncinya ada di edukasi dan alat yang mampu,” tutup Lurah Machmuddin penuh optimisme. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Incinerator #Wawalkot Hj Balgis Diab #sampah #Sapuro Kebulen Achmad Machmuddin