METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Deretan rumah di Perumahan Pesona Griya Panjang, Kota Pekalongan, kini banyak ditinggalkan pemiliknya.
Banjir yang terus berulang menyebabkan para penghuninya memilih pergi, meninggalkan hunian yang dulu mereka banggakan.
Kondisi perumahan terlihat semakin memprihatinkan. Banyak rumah terkunci rapat, halaman dipenuhi rumput liar, dan bekas genangan air masih terlihat di dinding bagian luar.
Genangan air yang muncul hampir setiap kali hujan deras tak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga merusak kondisi fisik bangunan.
“Daripada renovasi rumah,mending buat beli rumah baru yang aman dari banjir,” kata Bu Rini, warga yang akhirnya memilih membeli rumah baru
Masalah utama terletak pada buruknya saluran drainase dan posisi perumahan yang rendah.
Setiap kali turun hujan deras, air cepat meluap dan merendam rumah-rumah warga. Dalam beberapa kasus, genangan bahkan tak kunjung surut dalam hitungan berminggu-minggu.
Situasi ini menyebabkan banyak pemilik rumah memilih mencari tempat tinggal sementara di luar kawasan tersebut.
Sementara yang masih bertahan mengaku hidup dalam kecemasan. Tidak sedikit yang berharap pemerintah turun tangan untuk menangani permasalahan ini secara serius.
“Kami sudah berusaha semampunya—angkat barang, bersihkan air, perbaiki rumah. Tapi kalau banjir terus, ya percuma. Rumah ini lama-lama rusak sendiri,” ujar Amirul, salah satu penghuni yang masih tinggal.
Pesona Griya Panjang sebelumnya dikenal sebagai kawasan perumahan baru yang menjanjikan lingkungan tenang dan harga terjangkau.
Namun, tanpa sistem pengelolaan air yang memadai, rumah-rumah di sana kini berubah jadi tempat yang tak lagi nyaman dihuni.
Warga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, baik melalui peninggian saluran air, penyediaan pompa, atau bahkan opsi relokasi bagi rumah yang sudah rusak berat. (yanuarilhampangestu/ida)
Editor : Ida Nor Layla