Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Atasi 7,5 Ton Sampah Pasar Tradisional

Lutfi Hanafi • Jumat, 1 Agustus 2025 | 03:05 WIB
TUTUP – Usai ditutup permanen oleh Kementrian LH, TPA Degayu sudah tidak bisa untuk menerima kiriman sampah di Kota Pekalongan.
TUTUP – Usai ditutup permanen oleh Kementrian LH, TPA Degayu sudah tidak bisa untuk menerima kiriman sampah di Kota Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan memastikan minim penumpukan sampah di pasar-pasar tradisional.

Setelah  membangun pusat pengelolaan terpadu bernama TPS-3R (Reduce-Reuse-Recycle) di Kuripan.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Penutupan TPA Degayu yang dijadwalkan pada Desember 2025 telah memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyelamatkan wajah pasar-pasar tradisional yang saban hari menghasilkan lebih dari 7,5 ton sampah.

"Pasar adalah wajah pelayanan pemerintah. Jika kotor dan semrawut, maka kesan yang sampai ke masyarakat pun akan buruk," kata Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Supriono, Kamis 31 Juli 2025.

Menariknya, TPS-3R Kuripan tak sekadar menjadi tempat transit sampah, melainkan dirancang sebagai pusat pengelolaan modern yang mengolah sampah secara efisien dan berkelanjutan.

Tidak lagi ada penampungan sementara seperti di Pasar Banjarsari. Sebab, begitu sampah penuh, langsung dikirim ke TPS-3R Kuripan.

Dibangun di lokasi strategis, dekat dengan Pasar Kuripan, pusat pengelolaan ini tengah menanti proses pengadaan mesin dan infrastruktur pendukung.

Namun optimisme sudah lebih dulu tumbuh. Pasar Grogolan dan Podosugih pun disiapkan agar sistem pengolahan mandiri bisa disinergikan.

Langkah Pemkot ini bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan teknis sampah, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama di pusat-pusat ekonomi rakyat.

Dengan pengelolaan organik melalui komposter dan TPS-3R untuk sampah non-organik, pasar tradisional Pekalongan kini bersiap tampil lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berdaya guna.

Pemerintah pun berharap, kesadaran dan keterlibatan masyarakat akan menjadi kunci sukses dari upaya besar ini.

“Kapasitas TPS-3R akan kami sesuaikan dengan volume sampah harian. Bahkan kami desain agar mampu menampung lebih dari kebutuhan saat ini,” tutup Supriono. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #pasar tradisional #TPA Degayu #pemkot pekalongan #sampah #TPS3R