METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Di tengah dominasi musik pop dan dangdut di daerah, sebuah band lokal asal Pekalongan tampil beda dengan mengusung genre hardcore.
Mereka adalah Kinjeng Doom, band cadas yang mulai dikenal sejak merilis EP debut bertajuk “Dadalala”.
Dengan karakter musik yang keras dan lirik penuh teriakan, Kinjengdoom berhasil membentuk basis pendengar setianya sendiri di kalangan pecinta musik ekstrem.
“Hardcore mungkin bukan selera mayoritas, tapi justru di situlah letak identitas kami. Kami main musik ini bukan untuk semua orang, tapi untuk yang bisa merasakan energinya,” kata Gandi, salah satu personel Kinjengdoom saat ditemui usai latihan di studio.
Kinjeng Doom mulai terbentuk pada 2023. Berawal dari obrolan nongkrong dan keresahan yang sama, soal kehidupan sosial, budaya, dan tekanan hidup anak muda.
Semua itu mereka tuangkan dalam musik yang penuh distorsi, hentakan drum cepat, dan vokal penuh amarah.
Nama “Kinjeng Doom” sendiri terinspirasi dari bahasa Jawa “kinjeng” (capung) dan “doom” (genre metal lambat). Itu sebagai simbol dualitas antara kelincahan dan beratnya realita.
EP “Dadalala” yang dirilis secara digital tahun lalu, berisi lima lagu dengan tema sosial dan eksistensial.
Meskipun dirilis secara independen dan diproduksi dengan peralatan terbatas, mini album ini mendapat respon positif dari komunitas musik bawah tanah di Pekalongan, Semarang, bahkan Yogyakarta.
“Kami enggak muluk-muluk. Yang penting ada yang dengerin dan merasa relate. Itu sudah cukup buat kami lanjut,” kata mereka.
Saat ini, Kinjeng Doom aktif tampil di gigs kecil, komunitas, dan acara underground.
Mereka juga sedang menyiapkan materi baru untuk rilisan berikutnya, dengan eksplorasi suara yang lebih gelap dan padat.
Meski tetap independen, mereka terbuka untuk kolaborasi dan dukungan dari siapa pun yang peduli pada perkembangan musik alternatif di daerah.
“Hardcore bukan hanya soal musik keras, tapi tentang semangat. Kami akan terus jaga semangat itu dari Pekalongan,” tutupnya. (yanuarilhampangestu/ida)
Editor : Ida Nor Layla