Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

PKL Dapat Bantuan Gerobak, Wali Kota Pekalongan Ingatkan Jangan Dijual

Lutfi Hanafi • Selasa, 5 Agustus 2025 | 02:43 WIB
SERAHKAN – Salah satu penerima bantuan gerobak usaha, saat menerima langsung dari Walikota Pekalongan dan anggota DPRD Kota Pekalongan, Nasrullah, di kantor Dindagkop-UKM setempat, Senin (4/8/2025).
SERAHKAN – Salah satu penerima bantuan gerobak usaha, saat menerima langsung dari Walikota Pekalongan dan anggota DPRD Kota Pekalongan, Nasrullah, di kantor Dindagkop-UKM setempat, Senin (4/8/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Tujuh pelaku usaha kecil tampak tersenyum sumringah menerima bantuan gerobak usaha dari Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, dan anggota DPRD Kota Pekalongan, Nasrullah.

Meski begitu, wali kota mengingatkan untuk tidak menjual gerobak tersebut.

"Jangan sampai gerobak ini dijual. Ini bukan hadiah biasa, tapi bentuk ikhtiar kami untuk membantu rakyat berdagang dan mandiri secara ekonomi," kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf saat menyerahkan gerobak tersebut bantuan secara simbolis, di Kantor Dindagkop UKM Kota Pekalongan, Senin 4 Agustus 2025.

Bantuan tersebut, kata Mas Aaf, berasal dari aspirasi salah satu anggota DPRD Kota Pekalongan Nasrullah.

Meski jumlahnya baru tujuh unit, ia berharap manfaatnya bisa maksimal. Para penerima manfaat diminta mematuhi lokasi berjualan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Pedagang Kaki Lima.

Bantuan tersebut tidak hanya menyasar para pelaku UMKM, tetapi juga para ibu rumah tangga yang selama ini aktif membangun usaha dari rumah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berharap gerobak ini jadi awal baru dalam menggulirkan roda perekonomian keluarga mereka.

Mas Aaf juga berharap, sinergi antara legislatif dan eksekutif ini bisa lebih solid, terutama dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Meskipun punya kepentingan berbeda, tujuan tetap sama. Yakni mensejahterakan warga Kota Pekalongan,” ujarnya.

Kini, tugas para penerima gerobak tak hanya berdagang, tetapi juga menjaga amanah yang telah diberikan.

Satu hal yang jelas, gerobak ini bukan untuk diperjualbelikan, tapi untuk menggerakkan ekonomi keluarga.

Nasrullah, anggota Komisi C DPRD Kota Pekalongan yang turut mendorong realisasi bantuan tersebut mengaku, tidak tahu persis detail anggaran yang digunakan.

"Kami mengalokasikan dana aspirasi sebesar Rp 50 juta. Per gerobaknya dan alokasi rinci lainnya, kami serahkan begitu saja ke Pemkot Pekalongan," kata anggota Fraksi PKS itu santai.

Gerakan bantuan ini sendiri diinisiasi lewat Komunitas Gerakan Poin Maslahat, sebuah wadah donasi masyarakat yang kerap menyalurkan bantuan langsung kepada pelaku usaha mikro. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Dindagkop #dprd #pks #gerobak #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #anggaran #bantuan