METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Bangunan baru Pasar Banjarsari yang rapi, kios-kios yang tertata, dan lorong yang lebih lega,siap menggantikan keramaian pasar darurat di Sorogenen dan Jalan Patiunus.
Dua lokasi tersebut, selama ini menjadi tempat bertahan para pedagang. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan, momen ini menjadi awal babak baru perdagangan di kota batik.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan, pembongkaran Pasar Darurat Sorogenen dan Jalan Patiunus akan menjadi tahapan akhir setelah seluruh pedagang tuntas pindah ke Pasar Banjarsari.
“Kalau semua pedagang sudah pindah dan pasar sudah diresmikan, baru kita masuk tahap pembongkaran. Apakah nanti perlu lelang atau tidak, itu akan diatur oleh BPKAD. Tanggalnya masih tentatif,” katanya, Kamis 14 Agustus 2025.
Proses relokasi sudah berjalan sejak tahap pengundian lapak pada 21–24 Juli 2024. Penempatan kios, toko, dan los disesuaikan dengan jenis dagangan.
Setelah pengundian, kunci lapak diserahkan H+8, memberi kesempatan pedagang memulai bab baru mereka di pasar yang lebih representatif.
Lahan bekas pasar darurat nantinya akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan penataan kota, membuka peluang bagi fasilitas publik atau area usaha baru.
Wali kota yang akrab disapa Mas Aaf berharap, kehadiran Pasar Banjarsari menjadi magnet baru perekonomian Kota Pekalongan.
“Wajah baru pasar ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pedagang, menarik lebih banyak pembeli, dan memberi kenyamanan bertransaksi,” tutupnya.
Kini, mata warga tertuju pada dua titik, pasar darurat yang menunggu giliran dibongkar, dan Pasar Banjarsari yang bersiap menjadi pusat perdagangan modern di jantung kota.
Peralihan ini bukan sekadar pemindahan lapak, tetapi transformasi wajah perdagangan Kota Pekalongan. (han/ida)