METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pagi itu di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Al Maliki, Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, tampak berbeda dari biasanya.
Bukan hanya lantunan doa dan aktivitas santri, tetapi juga tawa, semangat, dan keringat kebersamaan mewarnai udara.
Ada polisi, santri, TNI, ASN, hingga masyarakat, berkumpul dalam satu panggung peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI, Selasa 19 Agustus 2025.
Kegiatan yang digelar oleh Polres Pekalongan Kota ini dimulai dengan olahraga bersama, melibatkan jajaran Kodim 0710 Pekalongan, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jateng, Forkopimda, pengurus ponpes, serta warga sekitar.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi membuka acara dengan penuh semangat, didampingi Dandim 0710 Pekalongan, perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, dan tokoh masyarakat.
“Ini bukan sekadar olahraga, tapi momentum mempererat silaturahmi. Apalagi sinergi Polres dengan Ponpes Al Maliki sudah lama terjalin, bahkan lahan ponpes sempat kami manfaatkan untuk program ketahanan pangan,” ungkap Kapolres.
Usai olahraga, suasana berubah semakin meriah. Lomba-lomba khas Agustusan digelar dengan peserta gabungan dari berbagai instansi dan masyarakat.
Tawa pun pecah saat perlombaan berlangsung, mencairkan sekat di antara pejabat, santri, dan warga.
Kapolres bersama Forkopimda pun membagikan hadiah dan doorprize, menambah semarak kebersamaan.
Namun perayaan tak berhenti pada keringat dan sorak sorai.
Ada pula aksi nyata bakti sosial, di mana seluruh peserta bahu-membahu membersihkan area sekitar ponpes.
Sabit, mesin pemotong rumput, hingga alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan ilalang dan rumput liar.
Menurut Iptu Purno Utomo, Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, kegiatan ini menjadi simbol nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya diperingati dengan seremoni, tetapi juga diwujudkan lewat gotong royong menjaga kebersihan dan persaudaraan.
“Di sinilah makna kemerdekaan, saat semua elemen masyarakat bersatu tanpa sekat. Semangat inilah yang ingin kami wariskan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Di tengah semarak HUT RI ke-80, kebersamaan antara polisi, santri, TNI, ASN, hingga masyarakat menjadi gambaran indah betapa persatuan adalah kunci untuk menjaga Pekalongan tetap aman, rukun, dan sejahtera. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla