METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Deretan sayur, buah, hingga jajanan anak-anak tampak segar di meja para pedagang Pasar Banyurip dan Grogolan.
Namun di balik warna-warni pangan yang memikat, Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Kota Pekalongan kembali menemukan fakta mencemaskan, masih ada produk yang positif mengandung bahan berbahaya.
Sidak pada Kamis kemarin 28 Agustus 2025, dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati.
Ia menegaskan, pengawasan rutin dilakukan agar masyarakat tidak kecolongan mengonsumsi pangan berbahaya.
“Kami ingin memastikan makanan yang beredar benar-benar aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Tim mengambil sejumlah sampel dari berbagai komoditas, mulai dari bawang, cabai, kubis, hingga pangan olahan seperti tahu, bakso, mie basah, kerupuk usek, ikan asin, dan jajanan anak.
Hasil uji cepat sebelumnya pada tahun 2024 sempat menunjukkan temuan mencolok, kubis positif pestisida, kerupuk usek merah positif Rhodamine B, teri medan dan cumi kering positif formalin, serta mie basah positif formalin.
Temuan inilah yang membuat pengawasan tahun ini diperketat.
Fokus pemeriksaan diarahkan pada zat berbahaya seperti formalin, pestisida, boraks, Rhodamine B, Methanil Yellow, hingga fluorine.
“Kadang ada pedagang yang tidak tahu, tetapi ada juga yang sengaja menambahkan bahan berbahaya. Apapun alasannya, kami tetap harus tegas demi keamanan pangan di Kota Pekalongan,” tegas Lili, pada Jumat 29 Agustus 2025.
Jika ditemukan pelanggaran, pedagang akan lebih dulu diberikan teguran. Namun bila diulangi, maka sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai aturan.
Langkah ini bukan hanya penindakan, tetapi juga pembinaan agar pedagang lebih paham bahaya bahan kimia pada pangan.
Tak hanya pengawasan dari pemerintah, Lili mengajak masyarakat ikut berperan aktif.
Warga diminta selalu cermat memilih pangan yang segar, sehat, dan tidak mencurigakan.
“Kalau ada temuan pangan berbahaya, segera laporkan ke Tim JKPD. Dukungan masyarakat penting agar pangan di Kota Pekalongan tetap aman,” pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla