Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pelatihan BLK Kota Pekalongan, Ditutup Ada yang Sudah Kerja hingga Jahit Baju Sendiri

Lutfi Hanafi • Selasa, 9 September 2025 | 00:23 WIB
KOMPAK - Usai penutupan pelatihan, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid berfoto bersama tim Dinperinaker dan peserta pelatihan, Senin(8/9/2025) di gedung BLk setempat.
KOMPAK - Usai penutupan pelatihan, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid berfoto bersama tim Dinperinaker dan peserta pelatihan, Senin(8/9/2025) di gedung BLk setempat.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Tepuk tangan riuh terdengar di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan pada Senin 8 September 2025.

Hari itu menjadi momen bersejarah bagi 160 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tahap I tahun 2025.

Setelah 30 hari penuh ditempa keterampilan, akhirnya program resmi ditutup oleh Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid.

Pelatihan yang dibuka sejak 28 Juli 2025 lalu ini mencakup sepuluh jurusan, mulai dari administrasi perkantoran, tata busana menjahit, teknik AC, hingga pembuatan roti.

Setiap jurusan diikuti 16 peserta dengan penuh disiplin mengikuti bimbingan hingga akhir.

Acara penutupan semakin istimewa, seorang peserta dari jurusan AC tak bisa hadir. Bukan karena sakit, melainkan sudah resmi bekerja di luar kota.

Sementara itu, sebagian lulusan lainnya sudah bersiap mengikuti magang di sejumlah perusahaan.

Di jurusan menjahit, pencapaian peserta pun langsung terlihat nyata. Mereka sukses menampilkan karya dengan mengenakan baju hasil jahitan sendiri.

Sebuah bukti, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan bisa langsung dipraktikkan.

Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan Betty Dahfiani Dahlan menjelaskan, seluruh peserta telah menjalani uji kompetensi yang digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi BLK Surabaya pada 6–7 September 2025.

Hasil resmi kelulusan memang masih menunggu, namun pihaknya optimistis mayoritas peserta bisa lolos uji.

“Kami berharap seluruh peserta dapat lulus.  Walaupun ada yang tidak, keterampilan yang diperoleh selama 30 hari ini tetap bisa digunakan untuk bekerja. Yang membanggakan, tidak ada peserta yang gugur di tengah jalan. Semua bertahan hingga akhir,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyebutkan ada kabar gembira, salah satu peserta jurusan AC sudah diterima bekerja di luar kota bahkan sebelum acara penutupan. Beberapa lainnya sudah disiapkan untuk program magang di perusahaan.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, yang hadir menutup kegiatan ini menilai keberhasilan peserta adalah bukti nyata manfaat pelatihan BLK.

Ia mencontohkan peserta jurusan menjahit yang berhasil mengenakan baju hasil karya sendiri saat acara penutupan.

“Saya melihat langsung ada peserta yang sudah memakai baju hasil jahitan sendiri. Ini bukti pelatihan berjalan dengan baik. Bahkan ada yang sudah bekerja dan ada yang siap magang. Ilmu yang didapat harus benar-benar dimaksimalkan,” tegasnya.

Wali kota menambahkan, meski kondisi ekonomi global belum sepenuhnya pulih, pemerintah terus berupaya memberi solusi nyata untuk masyarakat.

Salah satunya melalui pelatihan BLK yang diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran dan menekan kemiskinan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pelatihan kerja #Dinperinaker Kota Pekalongan #BLK Kota Pekalongan