METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang baru berdiri di 27 kelurahan di Kota Pekalongan diharapkan menjadi penggerak perekonomian rakyat.
Karena itulah, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid memperingatkan agar koperasi ini tidak terjebak pada bisnis simpan pinjam, karena rawan masalah di kemudian hari.
“Sejak awal saya tekankan, KKMP jangan sampai bergerak di bidang simpan pinjam. Itu akan merepotkan pengurus maupun pengawas. Lebih baik fokus ke koperasi serba usaha yang selaras dengan program pemerintah,” tegas wali kota yang akrab disapa Mas Aaf saat membuka kegiatan Pembinaan dan Pengawasan KKMP, di Pusdiklat Kospin Jasa, Selasa 9 September 2025.
Baca Juga: Serunya Dolanan Jadul, Anak Batang Tinggalkan Game HP Demi Main Bareng
Menurutnya, KKMP bisa diarahkan untuk menangani kebutuhan sehari-hari masyarakat maupun kelurahan.
Mulai dari penyediaan konsumsi rapat, kerja sama pengadaan barang, hingga suplai bahan pangan lokal yang bisa disinergikan dengan program pemerintah. Termasuk pentingnya dukungan penuh dari pemerintah kelurahan.
“Percuma ada koperasi kalau lurahnya tidak support. Awal-awal ini memang harus didorong. Nantinya ketika sudah berjalan dan kreatif, pemerintah bisa melepas. Tapi tahap awal ini, kelurahan harus mendukung penuh,” katanya.
Terkait sarana dan prasarana juga dibahas. Beberapa koperasi belum memiliki kantor permanen.
Wali Kota menyarankan agar sementara waktu menggunakan aset pengurus maupun aset kelurahan yang tidak terpakai, agar kegiatan tidak terhambat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Supriono, menjelaskan, pembinaan KKMP dilakukan bertahap.
Baca Juga: Pelatihan BLK Kota Pekalongan, Ditutup Ada yang Sudah Kerja hingga Jahit Baju Sendiri
Sebelumnya, peserta sudah mendapat materi umum tentang perkoperasian. Pada tahap kedua ini, materi lebih teknis, termasuk penyusunan rencana bisnis.
“Masing-masing kelurahan punya potensi berbeda. Nantinya mereka dilatih membuat bisnis plan, agar bisa bermitra dengan pelaku usaha maupun perbankan. KKMP hanya bisa hidup kalau ada usaha nyata,” jelas Supriono.
Ia menambahkan, salah satu contoh adalah KKMP di Kelurahan Medono yang sudah mengajukan izin penggunaan eks Puskesmas Pembantu sebagai kantor koperasi.
Baca Juga: Atas Perintah Presiden Prabowo, Gedung Pemkot dan DPRD Kota Pekalongan segera Dibangun
Dinas juga membuka peluang agar KKMP bisa bermitra dengan Bank Jateng untuk mendukung permodalan.
Dengan pola pembinaan bertahap ini, Pemkot Pekalongan menargetkan KKMP mampu tumbuh sebagai koperasi serba usaha yang sehat, produktif, dan benar-benar membantu warganya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla