Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Wali Kota Pekalongan Ingatkan, Jangan Anggap Remeh Aksi Anarkisme, Pekalongan Harus Lebih Waspada

Lutfi Hanafi • Sabtu, 13 September 2025 | 03:50 WIB

KOMPAK – Forkopimda dan Jajaran Polres Pekalongan Kota, saat berfoto bersama usai nyatakan sikap, siap siaga menjaga Kota Pekalongan.
KOMPAK – Forkopimda dan Jajaran Polres Pekalongan Kota, saat berfoto bersama usai nyatakan sikap, siap siaga menjaga Kota Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Luka akibat tragedi kerusuhan 30 Agustus 2025 masih membekas di Kota Pekalongan.

Insiden yang hampir berujung pada penjarahan masal itu menyebabkan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengeluarkan peringatan keras kepada semua pihak.

“Kerusuhan kemarin hampir saja memicu penjarahan yang lebih luas. Kalau kita lengah sedikit, dampaknya bisa sangat fatal. Karena itu, saya minta seluruh pihak, baik aparat maupun masyarakat, meningkatkan kewaspadaan,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf, Jumat 12 September 2025.

Baca Juga: Tutup Pasar Darurat Kota Pekalongan Akhir Bulan, Pasar Banjarsari Wajib Bersih dan Tertib

Dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Mapolres Pekalongan Kota, Mas Aaf mengungkapkan, aksi anarkisme beberapa waktu lalu bukan sekadar reaksi spontan.

Tapi ada pola terstruktur dan terencana, meski banyak warga yang ikut hanya terbawa arus.

“Jangan sampai kita anggap ini hanya insiden biasa. Kalau tidak diantisipasi, pola yang sama bisa muncul lagi kapan saja,” ujarnya.

Baca Juga: Pelajar Kota Pekalongan Diajak Menabung, Bekal Cerdas Kelola Keuangan Sejak Dini

Langkah pencegahan, Mas Aaf menekankan pentingnya sertifikasi satpam dan pelatihan rutin agar mereka mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini gangguan keamanan.

Selain itu, ia juga mengajak warga untuk memperkuat siskamling, pemantauan RT/RW, serta komunikasi cepat dengan aparat.

“Antisipasi jauh lebih penting daripada menunggu masalah besar datang. Aparat dan masyarakat harus sama-sama sigap menjaga kondusifitas,” tambahnya.

Baca Juga: Wali Kota Ingatkan KKMP Kota Pekalongan, Jangan Jadi Koperasi Simpan Pinjam!

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menegaskan pesan serupa.

Menurutnya, kerjasama antara polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama agar kota ini bisa segera pulih.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat. Ini tanggung jawab bersama. Dengan sinergi ini, saya yakin Pekalongan bisa bangkit lebih kuat,” kata Riki.

Baca Juga: Kumpulkan Bupati-Wali Kota dan DPRD se-Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tunjangan DPRD 

Pesan keras Mas Aaf itu menjadi pengingat penting. Pekalongan tidak boleh lengah lagi.

Dengan kesigapan aparat, profesionalisme satpam, dan solidaritas warga, kota batik ini diharapkan mampu menjaga keamanan serta mencegah tragedi serupa terulang di masa depan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi #forkopimda #tragedi 30 Agustus #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid