METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sungai Meduri yang melintasi Bumirejo, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, yang selama ini tertutup eceng gondok, mulai dibersihkan sejak Rabu pagi 17 September 2025.
Tidak hanya menggunakan alat berat, tangan-tangan warga justru lebih mendominasi. Mereka adalah peserta program Padat Karya Kota Pekalongan 2025.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid hadir langsung untuk memberikan semangat.
Menurutnya, kegiatan padat karya ini bukan sekadar membersihkan sungai, tapi juga menumbuhkan kepedulian lingkungan dan memberikan peluang kerja sementara bagi masyarakat.
Perlu diketahui, Program Padat Karya ini memang untuk menghidupkan kembali sungai sekaligus mengurangi angka pengangguran.
Warga yang terlibat, dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jadi kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka tetap terlindungi.
“Harapannya kegiatan ini lancar dan warga semakin peduli dalam menjaga kebersihan lingkungan. Terutama saat ini sudah mulai masuk musim penghujan,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
Semangat warga kali ini patut diapresiasi, terlebih didukung cuaca yang redup, karena mendung dan cenderung tidak panas menyengat oleh terik matahari.
“Kami ingin masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan begitu, risiko bencana bisa diminimalisasi. Semoga cuaca tahun ini tidak ekstrem dan Kota Pekalongan tetap aman,” harap wali kota.
Dalam program ini, Pemkot Pekalongan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat kelurahan setempat sebagai koordinator lapangan.
Sasaran utama adalah pembersihan Sungai Meduri dan Sungai Bremi yang kerap dipenuhi eceng gondok dan sampah rumah tangga.
Selain memperbaiki aliran air dan mengurangi risiko banjir saat musim hujan, program padat karya juga memberikan nafas ekonomi bagi warga yang sebelumnya menganggur.
Dengan cara ini, Pemkot berusaha menciptakan manfaat ganda, lingkungan bersih dan masyarakat tersenyum.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Betty Dahfiany Dahlan menambahkan, ada 50 peserta yang ikut serta.
Mereka dipilih dari warga ber-KTP Kota Pekalongan yang benar-benar belum bekerja, sehat jasmani dan rohani.
Baca Juga: Bau Menyengat Limbah Batik dari Sungai Asem Binatul Resahkan Warga
Mereka mendapatkan uang transport Rp 50 ribu per hari dengan jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
“Program Padat karya ini berlangsung selama 10 hari, mulai 17 hingga 28 September 2025. Selain insentif harian, Pemkot juga memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) selama satu bulan penuh,” jelas Betty. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla