METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Bulan Dana PMI tahun 2025 di Kota Pekalongan tidak sekedar gerakan penggalangan dana.
Kali ini, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengajak seluruh stakeholder memunculkan ide-ide kreatif agar semangat solidaritas semakin kuat di tengah masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam papat persiapan Bulan Dana PMI yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, selaku Ketua Bulan Dana PMI di Guest House Jalan Bahagia, Selasa siang 23 September 2025.
Dalam forum itu, hadir jajaran perangkat daerah, camat, lurah, organisasi masyarakat, hingga komunitas yang siap turun tangan.
Balgis menekankan, partisipasi warga bukan hanya sebatas menyumbang melalui jalur formal.
“Kami berharap setelah rapat, stakeholder bergerak dengan cara-cara kreatif untuk menarik partisipasi dari komunitasnya. Bisa lewat kegiatan sosial, bazar, lomba, atau program lain yang menggerakkan kepedulian masyarakat,” jelasnya.
Tahun ini, target Bulan Dana PMI ditingkatkan menjadi Rp 500 juta, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar Rp 474 juta.
Menurut Balgis, angka tersebut bukan sekadar nominal, melainkan simbol kepedulian masyarakat Kota Pekalongan terhadap misi kemanusiaan.
“Setiap rupiah sangat berarti untuk kegiatan PMI yang selalu hadir membantu warga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Pekalongan Dwi Arie Putranto menegaskan, seluruh hasil Bulan Dana PMI akan kembali kepada masyarakat.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan, donor darah, penanggulangan bencana, hingga berbagai program sosial yang bersentuhan langsung dengan warga.
“Karena sumber dana ini dari masyarakat, maka hasilnya untuk masyarakat. Kami pastikan pengelolaan dilakukan transparan, sehingga warga merasa memiliki dan percaya pada PMI,” tutur Dwi Arie.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Pekalongan yang selalu mendukung PMI.
Menurutnya, keberhasilan Bulan Dana PMI sangat ditentukan oleh dukungan semua pihak, mulai dari individu, komunitas, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga organisasi sosial. Melalui momentum ini, PMI ingin meneguhkan kembali solidaritas kemanusiaan.
“Solidaritas adalah kekuatan kita dalam menghadapi tantangan, sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” tandas Dwi Arie. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla