METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Hembusan angin pagi di lahan persawahan Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Kalibaros, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu (27/9/2025), menjadi saksi panen raya jagung yang penuh makna. Tak hanya sekadar panen, momentum ini menegaskan komitmen Kota Pekalongan dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Di atas lahan seluas 3,4 hektar milik Pemerintah Kota, jagung B2 Hibrida yang ditanam beberapa bulan lalu kini menghasilkan panen melimpah. Diperkirakan, hasil panen mencapai 10 ton jagung yang siap dimanfaatkan masyarakat maupun diserap Bulog.
Baca Juga: 20 Pasang Ikuti Nikah Masal Kanzus Sholawat Kota Pekalongan, Termuda Umur 19 Tahun, Tertua 74 Tahun
Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 yang dipimpin secara nasional oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten OKU Timur. Di Pekalongan sendiri, panen dipimpin langsung Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi bersama Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, didampingi jajaran Forkopimda, Bulog, BPS, hingga kelompok tani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 yang dipimpin secara nasional oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten OKU Timur. Di Pekalongan sendiri, panen dipimpin langsung Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi bersama Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, didampingi jajaran Forkopimda, Bulog, BPS, hingga kelompok tani.
Baca Juga: 12 Atlet Catur Pekalongan Siap Tempur di Pra Porprov 2025, Ini Pesan Wali Kota Pekalongan
“Ditengah keterbatasan lahan, Polres Pekalongan Kota tetap berupaya mendukung Asta Cita Presiden. Panen ini bukan hanya simbol, tapi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Kapolres Riki.
“Ditengah keterbatasan lahan, Polres Pekalongan Kota tetap berupaya mendukung Asta Cita Presiden. Panen ini bukan hanya simbol, tapi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Kapolres Riki.
Wali Kota Aaf menambahkan, kolaborasi berbagai pihak—mulai dari Pemkot, Polres, hingga Kodim—telah membuahkan hasil yang menggembirakan. “Alhamdulillah, lahan yang kita tanami beberapa bulan lalu kini bisa dipanen. Sinergi ini luar biasa dan harus terus kita jaga untuk ketahanan pangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Gunakan DTSEN, Bansos Kini Lebih Tepat dan Efektif
Selain prosesi panen, peserta juga mengikuti secara virtual panen raya nasional yang dipimpin Kapolri melalui aplikasi Zoom. Kehadiran teknologi ini semakin menegaskan bahwa gerakan swasembada pangan bukan hanya agenda lokal, tetapi gerakan nasional yang terintegrasi.
Selain prosesi panen, peserta juga mengikuti secara virtual panen raya nasional yang dipimpin Kapolri melalui aplikasi Zoom. Kehadiran teknologi ini semakin menegaskan bahwa gerakan swasembada pangan bukan hanya agenda lokal, tetapi gerakan nasional yang terintegrasi.
Program ketahanan pangan melalui jagung ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat Pekalongan untuk terus mengembangkan pertanian yang produktif meski lahan terbatas. Jagung, yang dikenal tahan terhadap perubahan cuaca, menjadi pilihan tepat dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus nasional.(han)