Kota Pekalongan Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Tengah Puing Kebakaran
Lutfi Hanafi• Kamis, 2 Oktober 2025 | 02:05 WIB
KHIDMAT - Nampak suasana upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar Pemkot Pekalongan, Selasa (1/10/2025), halaman Kantor setempat.
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pagi itu, Selasa 1 Oktober 2025, halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tampak berbeda dari biasanya.
Sisa-sisa kebakaran pada tragedi 30 Agustus 2025 lalu, masih menyisakan puing-puing bangunan yang hangus, tembok menghitam, hingga fasilitas kantor yang rusak.
Kondisi tersebut menjadi latar peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 ini.
Meski digelar dengan penuh keterbatasan, semangat kebangsaan tidak pernah surut. Ratusan peserta berdiri tegak, mengibarkan penghormatan di tengah bayangan duka.
Bendera merah putih tetap berkibar gagah, seolah mengingatkan bahwa semangat persatuan bangsa tidak akan runtuh meski gedung pemerintahan sempat dilalap api.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid hadir memimpin upacara. Dengan suara bergetar namun penuh keyakinan, ia menegaskan, Pancasila harus terus menjadi pedoman bangsa dalam menghadapi segala tantangan.
“Alhamdulillah, meski dengan keterbatasan, upacara ini tetap khidmat. Yang terpenting bukanlah jumlah atau kemegahannya, tetapi bagaimana kita memaknai Pancasila sebagai pedoman bangsa Indonesia. Nilai ini harus kita jaga, terutama setelah kita diuji dengan tragedi besar beberapa waktu lalu,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
Ia menegaskan, jika seluruh elemen bangsa haru benar-benar berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Dengan begitu, perpecahan bisa dicegah.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi juga pedoman hidup rakyat Indonesia dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kebersamaan,” lanjutnya.
Deru angin yang membawa aroma sisa asap kebakaran seolah menjadi pengingat bahwa setiap ujian dapat dihadapi jika bangsa ini tetap bersatu.
Upacara sederhana ini tidak hanya menjadi momentum mengenang Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga simbol kebangkitan Kota Pekalongan pasca tragedi kebakaran.
Dari balik puing-puing, terselip harapan bahwa semangat persatuan dan nilai Pancasila akan selalu menjadi cahaya dalam membangun bangsa. (han/ida)