METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berupaya memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber utama penyediaan menu bergizi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan Lili Sulistyawati menegaskan, penggunaan produk lokal bukan sekadar pilihan, tetapi strategi penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan biaya operasional.
Menurutnya, MBG tidak hanya fokus pada keamanan pangan. Pihaknya juga mendorong agar bahan-bahan yang digunakan dalam program MBG bersumber dari produk lokal Pekalongan.
"Dengan begitu, kualitas gizi terjaga, biaya lebih efisien, dan masyarakat kita sendiri yang mendapatkan manfaat,” ungkap Lili, Senin 6 Oktober 2025.
Menurutnya, Pekalongan memiliki potensi besar dalam penyediaan bahan pangan, terutama sektor perikanan.
“Ikan adalah sumber protein yang murah, bergizi, dan mudah diakses. Jika potensi ini dimaksimalkan, biaya operasional bisa lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas gizi,” jelasnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama di kalangan pelajar dan kelompok rentan.
Dengan dukungan penuh dinas terkait serta optimalisasi bahan baku lokal, diharapkan program ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga.
Selain menekan biaya, penggunaan pangan lokal juga diyakini mampu menghidupkan roda ekonomi daerah. Petani, nelayan, hingga pelaku UMKM pangan bisa mendapatkan pasar yang lebih luas melalui program ini.
“Jika kita mengandalkan produk sendiri, dampaknya berlapis, masyarakat lebih sehat, anggaran lebih hemat, dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” pungkas Lili. (han/ida)