Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Kota Pekalongan Girang, Harga Sembako Murah di GPM akan Rutin Digelar

Lutfi Hanafi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:15 WIB
ANTRI – Ratusan warga Pekalongan dan sekitarnya antre sembako murah, berbagai jenis yang dijual dalam GPM di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, pada Kamis (16/10/2025).
ANTRI – Ratusan warga Pekalongan dan sekitarnya antre sembako murah, berbagai jenis yang dijual dalam GPM di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, pada Kamis (16/10/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Ratusan warga berbondong-bondong datang ke Lapangan Mataram Kota Pekalongan dengan menenteng tas belanja dan keranjang, Kamis pagi 16 Oktober 2025.

Antrean panjang terlihat di stan beras, minyak goreng, gula, dan telur. Bukan tanpa alasan, semua bahan pokok di Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dijual lebih murah dari harga pasar.

GPM ini digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, dalam memperingati Hari Pangan Sedunia ke-80.

Tujuannya jelas, membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah.

Nurul, warga Kelurahan Sapuro Kebulen, datang sejak pagi bersama tetangganya. Wajahnya sumringah ketika berhasil mendapatkan beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur, dengan harga yang jauh lebih murah.

Bahkan saking antusiasnya, acara yang akan dibuka pukul 08.00 ini, dirinya sudah datang sejak pukul 06.00 WIB.

“Di sini beras cuma Rp 57.500 per 5 kg, gula Rp 15.500/kg, minyak goreng Rp 14 ribu/kg, dan telur Rp 27.500/kg. Di pasar, bisa selisih sampai Rp 5 ribu. Senang banget, semoga sering diadakan,” ujarnya tersenyum lebar.

Tak hanya warga, para pelaku UMKM juga ikut merasakan dampak positif. Lapak-lapak kecil di sekitar lapangan ramai dikunjungi pembeli yang sekalian mencicipi produk olahan lokal, mulai dari makanan ringan hingga minuman herbal.

GPM di Kota Pekalongan menjadi bukti bahwa gotong royong antara pemerintah, BI, dan masyarakat, sehingga mampu membawa solusi konkret di tengah tekanan harga pangan.

Harapan warga pun sederhana namun tulus, semoga gerakan seperti ini tak hanya seremonial, tetapi bisa hadir lebih sering, memberikan ruang bagi dompet rakyat kecil.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyowati menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pokok.

“Harga beras medium di pasar sudah tembus Rp 14 ribu per kilogram, di atas HET Rp 13.500. Jadi GPM ini menjadi bentuk intervensi pemerintah agar harga tetap stabil dan masyarakat tetap bisa membeli bahan pangan,” jelasnya.

Menurut Lili, program GPM akan dilaksanakan sebanyak tujuh kali hingga Desember 2025, dengan dukungan penuh dari BI Tegal.

Selain menjual sembako murah, acara juga diisi kegiatan donor darah dan pembagian bibit tanaman sebagai bagian dari edukasi ketahanan pangan berkelanjutan.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor ini.

“Alhamdulillah, GPM kali ini berjalan lancar. Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah naiknya harga bahan pokok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPw BI Tegal, Bimala menegaskan, dukungan BI merupakan bagian dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga keterjangkauan harga pangan.

“Kami memberikan subsidi ongkos angkut hingga Rp 8,5 juta agar harga jual komoditas bisa ditekan. Misalnya minyak goreng turun Rp 1.000 per liter, gula Rp 1.000 per kg, dan telur Rp750 per kg,” ungkapnya.

Tak hanya itu, BI Tegal juga berencana melanjutkan dukungan ini dalam enam kali kegiatan GPM berikutnya hingga akhir November 2025. Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, turut hadir dan menilai kegiatan ini bukan sekadar pasar murah, tapi juga momentum edukatif.

“Masyarakat bisa belajar mengelola kebutuhan pangan secara bijak dan mendukung UMKM lokal. Ketahanan pangan itu dimulai dari keluarga,” katanya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #BI KPw Tegal #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid