METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang semakin cepat, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengambil langkah strategis.
Hal ini untuk memastikan arah pembangunannya tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat dan semangat keberlanjutan.
Melalui kegiatan revisi Master Plan Smart City, Pemkot Pekalongan berupaya menata ulang konsep pembangunan kota dengan pendekatan yang lebih cerdas, inklusif, dan berkarakter lokal.
Baca Juga: Pasca Relokasi, Pemkot Pekalongan Benahi Pasar Banjarsari agar Lebih Tertib
Kegiatan yang digelar di Ruang Buketan, Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Kamis 23 Oktober 2025 ini, diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan bersama sejumlah pemangku kepentingan.
Kegiatan yang digelar di Ruang Buketan, Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Kamis 23 Oktober 2025 ini, diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan bersama sejumlah pemangku kepentingan.
Tidak sekadar pembaruan dokumen, revisi ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali arah Pekalongan sebagai kota yang humanis dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab menegaskan, perubahan ini penting untuk menyesuaikan visi-misi pemerintahan baru dan tantangan zaman.
“Revisi master plan ini bukan hanya soal teknologi. Ini tentang bagaimana Kota Pekalongan dibangun dengan pendekatan yang cerdas dan berkelanjutan. Semua aspek—lingkungan, ekonomi, pendidikan, hingga teknologi—harus saling terhubung agar masyarakatnya menjadi smart people,” jelasnya.
Menurut Balgis, konsep Smart City tidak bisa dipandang sebatas digitalisasi. Lebih dari itu, Smart City adalah cara berpikir dan bertindak untuk menjadikan kota lebih efisien, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap perubahan.
“Kami ingin Pekalongan bukan hanya cerdas dalam sistem, tapi juga dalam perilaku warganya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Diskominfo Kota Pekalongan, Kusuma Adi Achmad, akrab dipanggil Kadia, menuturkan, revisi kali ini dilakukan secara komprehensif, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk akademisi dan pemangku kepentingan.
“Kami menyesuaikan dokumen ini dengan RPJMD dan kebijakan nasional. Program yang masih relevan dari master plan sebelumnya tetap kami akomodasi, namun kini pendekatannya lebih holistik,” ungkapnya.
Pemkot Pekalongan kini mengusung tujuh dimensi utama Smart City, yakni Smart Economy, Smart Governance, Smart Society, Smart Living, Smart Environment, dan Smart Mobility.
Selain itu, Pemkot berencana menambah satu dimensi baru: Smart Disaster Management, menyesuaikan dengan kondisi geografis Pekalongan yang rawan bencana rob dan banjir.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjadikan Pekalongan lebih modern, tapi juga lebih tangguh. Dengan sinergi antara teknologi dan nilai-nilai kearifan lokal, Pekalongan ingin menjadi contoh kota cerdas yang berjiwa manusia.
Dengan visi yang semakin jelas, Kota Pekalongan melangkah mantap menuju masa depan sebagai kota cerdas berbasis kearifan lokal — tempat tradisi, teknologi, dan manusia tumbuh harmonis dalam satu tarikan nafas kemajuan.
Baca Juga: Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan Raih Predikat “Sangat Memuaskan” dari ANRI Berkat Arsip Unggul
Ke depan, tim penyusun akan melakukan finalisasi dokumen revisi master plan dan merancang rencana aksi konkret untuk implementasinya.
Ke depan, tim penyusun akan melakukan finalisasi dokumen revisi master plan dan merancang rencana aksi konkret untuk implementasinya.
“Tujuannya sederhana, bagaimana setiap elemen Smart City—baik suprastruktur, infrastruktur, maupun sumber daya manusianya—bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Pekalongan,” pungkas Kadia. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla