METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Suara cap batik bersahutan. Aroma malam juga hangat memenuhi udara Kampung Batik Pesindon.
Semua hadirin mulai dari anak sekolah hingga ibu rumah tangga, semua larut dalam semangat yang sama, membatik cap. Semua berupaya melestarikan warisan leluhur.
Inilah suasana Pesindon Batik Vibes 2025, gelaran tiga hari penuh warna yang mengangkat tema “Merajut Warisan Budaya” dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kegiatan membatik cap sepanjang 116 meter. Sebuah karya kolosal hasil gotong royong masyarakat Pesindon bersama para pelajar.
Tidak hanya menjadi simbol kreativitas, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kecintaan warga terhadap budaya membatik khas Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid bersama Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya turut hadir menyaksikan semangat warga.
Dalam sambutannya, Inggit mengapresiasi mendalam terhadap partisipasi masyarakat yang luar biasa.
“Membatik cap sepanjang 116 meter ini bukan hanya ajang kreativitas, tapi juga wujud gotong royong dan cinta terhadap budaya lokal. Kami ingin generasi muda semakin mengenal dan mencintai batik sebagai identitas Pekalongan,” katanya, Sabtu 25 Oktober 2025.
Tak hanya membatik, Pesindon Batik Vibes 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan seru. Di antaranya wisata kuliner khas daerah, pertunjukan ketoprak, workshop batik cap dan mencolet, senam batik, donor darah, hingga lomba melukis dan mendongeng. Semua dikemas untuk mendekatkan budaya kepada masyarakat lintas usia.
“Kami berusaha nguri-uri budaya Jawa, khususnya batik dan ketoprak, agar tidak hilang ditelan zaman. Kami ingin anak-anak merasa bangga memiliki warisan budaya yang indah ini,” tambah Inggit.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi membatik tidak sekadar simbol, tetapi juga gaya hidup masyarakat Pekalongan. Warisan yang terus hidup, berdenyut bersama semangat gotong royong warganya.
“Mudah-mudahan batik terus berkembang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Pekalongan,” tutupnya dengan penuh harap. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla