Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tagih Keadilan, Nasabah BMT Mitra Umat Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Noyontaan Kota Pekalongan

Lutfi Hanafi • Selasa, 28 Oktober 2025 | 01:40 WIB

AKSI DAMAI - Sejumlah korban BMT Umat,saat aksi damai di depan kantor pusat, menuntut kejelasan nasib uang mereka, Senin (27/10/2025).
AKSI DAMAI - Sejumlah korban BMT Umat,saat aksi damai di depan kantor pusat, menuntut kejelasan nasib uang mereka, Senin (27/10/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Suaranya tak lantang, tapi sarat luka dan harapan. Delapan orang nasabah BMT Mitra Umat kembali menggelar aksi damai di depan kantor pusat KSPPS BMT Mitra Umat di Jalan Dokter Wahidin No. 59, Noyontaan, Kota Pekalongan Senin siang 27 Oktober 2025. Mereka datang bukan untuk ribut, melainkan menagih janji yang tak kunjung ditepati.

Dikawal belasan anggota kepolisian, para peserta aksi membentangkan spanduk bertuliskan keluh kesahnya.

“Usut Tuntas Kasus BMT! Tangkap Pelakunya!”, “Kembalikan Uang Kami!”, “Kami Nasabah Selalu Diberi Harapan Palsu!”, “Dewan Kehormatan DPR, Tolong Rakyatmu!”

Baca Juga: Pesindon Batik Vibes 2025, Warga Kota Pekalongan Kompak Membatik Cap Sepanjang 116 Meter

Di antara kerumunan, tampak wajah-wajah yang telah lama menunggu kepastian. Mereka bukan investor besar, melainkan para penabung kecil yang menyimpan hasil jerih payahnya di lembaga keuangan yang dulu mereka percayai.

Heri Prakoso, koordinator aksi menyampaikan, mereka telah terlalu lama dibiarkan menunggu. Ia menuntut perlindungan hukum yang nyata, bukan sekadar janji penyelidikan.

“Kami hanya ingin kejelasan. Dana milik anggota BMT Mitra Umat dimainkan oleh pengurus. Kami minta Kapolres Pekalongan Kota segera menindaklanjuti,” ujar Heri dengan suara bergetar.

Baca Juga: CDC Pekalongan Tantang Anak Muda Adu Kostum Seram di Malam Halloween

Heri juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap sebagian anggota dewan yang terkesan menutup mata.

“Kami curiga ada oknum dewan yang ikut terlibat. Tapi kami tak berani bicara terbuka tanpa bukti,” katanya.

Para nasabah mengaku telah berkali-kali mendatangi pengurus BMT Mitra Umat untuk meminta kejelasan, namun selalu mendapat jawaban yang sama,  “Tunggu. Katanya harus daftar dulu, harus nunggu giliran, tapi nyatanya tidak pernah ada penyelesaian,” keluh Heri.

Baca Juga: Polisi, Jurnalis, dan Warga Kompak Donor Darah di Kota Pekalongan

Aksi damai ini menjadi bentuk keputusasaan sekaligus panggilan terakhir bagi penegak hukum dan wakil rakyat untuk bertindak.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib sambil mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi.

Di balik poster dan spanduk yang mulai lusuh, tersimpan harapan sederhana dari para korban, uang kembali dan keadilan ditegakkan.

Baca Juga: Belasan Warga Wuled Pekalongan Kembali Desak Polres Pekalongan Kota Tuntaskan Kasus Pungli

Mereka berharap aparat kepolisian dan Dewan Kehormatan DPRD Kota Pekalongan tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak nyata menuntaskan kasus BMT Mitra Umat.

Siswo, warga Kelurahan Degayu, Pekalongan Utara, menahan emosi saat menceritakan nasib tabungannya. Dari total Rp 257 juta simpanannya di BMT Mitra Umat, hanya Rp 200 juta yang diganti dengan surat tanah, yang kini pun tak jelas statusnya.

“Masih tersisa Rp 57,5 juta yang belum dikembalikan. Istri saya meninggal sebelum uang itu kembali,” ucapnya lirih.

Baca Juga: Kota Pekalongan Menuju Kota Cerdas, dengan Sentuhan Kearifan Lokal

Cerita serupa datang dari Yanti, warga Kelurahan Gamer, Pekalongan Timur. Ia menabung bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga titipan dari para tetangga.

“Uang yang masih tertahan Rp 38,6 juta. Itu bukan cuma punya saya, tapi titipan warga sekitar. Saya cuma ingin bisa mengembalikannya,” harapnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #aksi damai #BMT MITRA UMAT