Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kota Pekalongan Siaga Banjir, Pasukan Gabungan Lakukan Simulasi Evakuasi Korban hingga Dapur Umum

Lutfi Hanafi • Rabu, 5 November 2025 | 03:07 WIB

EVAKUASI – Tim gabungan saat melakukan simulasi evakuasi korban banjir, di tengah guyuran hujan lebat dan banjir yang dalam di perkampungan.
EVAKUASI – Tim gabungan saat melakukan simulasi evakuasi korban banjir, di tengah guyuran hujan lebat dan banjir yang dalam di perkampungan.
 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Hujan pertama belum lama turun, tapi deru sirine sudah terdengar di kawasan Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Petugas berseragam loreng dan oranye tampak berlarian mengevakuasi warga dari rumah yang disimulasikan terendam air. Di kejauhan, mobil Damkar dan perahu karet siap siaga di jalur evakuasi.

Bukan bencana sungguhan, namun latihan mitigasi banjir yang digelar oleh Kodim 0710/Pekalongan bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Polri, dan sejumlah instansi terkait. 

Kegiatan ini menjadi sinyal kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir yang kerap melanda wilayah pesisir utara saat musim hujan datang.

Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang menjelaskan, latihan ini bukan rutinitas seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan seluruh unsur benar-benar siap menghadapi kondisi darurat.

“Latihan ini kami lakukan agar komunikasi, koordinasi, dan kerja lintas instansi berjalan lancar. Jadi, saat bencana benar terjadi, semua sudah tahu perannya,” ujar Dandim Garry.

Simulasi ini melibatkan TNI AD dan AL, Polres Pekalongan Kota, Brimob, BPBD, Damkar, Satpol PP, relawan Katana, serta perangkat kelurahan dan kecamatan setempat.

Setiap unsur diuji kemampuannya menangani situasi darurat, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko pengungsian, hingga pelayanan kesehatan dasar bagi korban banjir.

Dalam skenario latihan, petugas mengevakuasi warga ke lokasi aman, mencatat data pengungsi, lalu membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik para korban.

“Dari latihan ini, kita bisa tahu apa yang masih kurang, agar saat kejadian sungguhan nanti kita sudah siap seratus persen,” tambah Dandim. Simulasi juga menekankan pentingnya pelayanan medis cepat di lapangan dan koordinasi antarposko agar bantuan tidak terlambat.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto menyampaikan, latihan ini menjadi bagian dari kesiapan menghadapi prediksi curah hujan tinggi dari BMKG.

“Mulai 11 November sampai Desember 2025, curah hujan akan meningkat cukup signifikan. Ini jadi fase rawan banjir,” ungkapnya.

Budi menambahkan, wilayah Pekalongan Barat, sebagian Pekalongan Utara dan Timur, seperti Tirto, Klego, Poncol, Panjang Wetan, dan Pasirkratonkramat yang masih masuk zona waspada karena dilewati Sungai Bremi dan Sungai Meduri.

Meski demikian, ia menilai kondisi infrastruktur tanggul dan bendung yang telah diperbaiki membuat beberapa titik, termasuk Kandang Panjang, kini jauh lebih aman dibanding dua tahun lalu.

Banjir di Pekalongan bukan sekadar urusan air meluap, tetapi ujian bagi solidaritas dan kecepatan bertindak.

Latihan seperti ini menjadi ruang penting untuk memastikan semua unsur, dari militer hingga relawan, bergerak dengan satu komando.

“Kami ingin masyarakat juga siaga, tahu jalur evakuasi, dan tidak panik saat hujan deras datang,” tutup Budi Suheryanto. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#latihan gabungan #kota pekalongan #banjir #mitigasi #bpbd