METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid melepas secara resmi 24 peserta Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) bersama 8 pendamping dan pelatih di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Senin 10 November 2025.
Mereka akan berjuang di ajang kompetisi MTQH Tingkat Provinsi Jawa Tengah XXXI Tahun 2025 di Kabupaten Tegal.
Para kafilah merupakan perwakilan terbaik dari berbagai lembaga pendidikan dan pesantren di Kota Pekalongan.
Di antaranya MAN 1 Pekalongan, MAN Insan Cendekia, SMPN 14, serta beberapa pondok pesantren unggulan. Mereka akan berlaga di sejumlah cabang lomba seperti Tilawah (7 orang), Tilawah dan Tahfidz (4), Tahfidz (4), Tahmil (3), dan Syarhil (3).
Dalam kesempatan tersebut wali kota menyampaikan, lomba MTQH bukan sekadar kompetisi mencari juara, melainkan sarana menanamkan nilai Qurani dan memperkuat karakter generasi muda.
“Terpenting itu akhlak. Prestasi memang penting, tapi menjaga nama baik Kota Pekalongan jauh lebih utama,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf dengan tegas.
Karena itu, imbuhnya, kesiapan peserta tidak hanya diukur dari kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga dari mental, sikap, dan tutur kata.
“Bagaimana mereka menghormati orang tua, guru, pelatih, itu yang justru jadi nilai sesungguhnya,” lanjutnya.
Bagi Mas Aaf, MTQH bukan hanya tentang podium atau piagam. Ia melihatnya sebagai cermin perjuangan dan nilai keikhlasan.
“Kalau pulang bawa piala, Alhamdulillah. Tapi kalau pulang membawa akhlak mulia, itu kemenangan sejati,” katanya dengan senyum penuh makna.
Tahun ini, Kabupaten Tegal dipercaya sebagai tuan rumah MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025, yang akan digelar 10-14 November 2025. Ajang dua tahunan ini mengusung tema “Meneguhkan Nilai Qur’ani untuk Membangun Generasi Berakhlak dan Berprestasi.”
MTQH Jateng 2025 menghadirkan 9 cabang lomba dan 27 golongan, dengan 14 majelis perlombaan tersebar di beberapa titik strategis Kabupaten Tegal.
Event ini juga menjadi momentum menuju MTQH Nasional XXXI Tahun 2026, di mana Jateng ditunjuk sebagai tuan rumah.
Selain kompetisi, kegiatan ini diharapkan memperkuat syiar Alquran dan Hadits di tengah masyarakat, serta menjadi ajang pembinaan kader Qurani yang siap membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di level nasional.
Salah satu peserta, Anzil Aleena Elfaliha, siswi SMPN 14 Kota Pekalongan mengaku bersemangat mengikuti lomba ini.
“Alhamdulillah, kami dapat pelatihan rutin dari Pemkot Pekalongan. Selain latihan mandiri, kami juga dibimbing pelatih berpengalaman,” ungkapnya penuh antusias.
Aleena dan rekan-rekannya satu tim berharap bisa mempersembahkan hasil terbaik, serta membawa harum nama Kota Pekalongan di ajang MTQH Jawa Tengah. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla