METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Langit Pekalongan pagi itu tampak cerah, seolah turut menyapa semangat juang para peserta upacara.
Tak sekadar seremoni, momen ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan Hari Pahlawan ke-80 sekaligus, di Lapangan Mataram, Senin 10 November 2025.
Upacara tersebut dipimpin Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta berbagai unsur masyarakat.
Di tengah suasana penuh keprihatinan dan semangat efisiensi, wali kota menyampaikan pesan-pesan luhur para Pahlawan Nasional Republik Indonesia (RI) dan mengingatkan para hadirin tentang arti perjuangan sejati.
“Tahun ini kami satukan dua peringatan besar sekaligus. Karena saat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober lalu bertepatan dengan banyak kegiatan lain. Jadi baru bisa kami laksanakan bersamaan dengan Hari Pahlawan,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf usai upacara.
Penggabungan ini, ditegaskan, sebagai upaya penghematan anggaran, tapi tidak menghilangkan rasa kebersamaan.
Setelah gedung pemerintah rusak akibat tragedi 30 Agustus 2025 lalu, Pemkot Pekalongan memilih langkah bijak untuk menggabungkan dua peringatan nasional dalam satu upacara yang tetap bermakna.
“Meski sederhana, makna perjuangan tidak boleh luntur. Kalau dulu berjuang dengan bambu runcing, sekarang berjuang dengan ilmu dan karya. Bentuknya berbeda, tapi semangatnya tetap sama,” tegasnya.
Ia pun mengajak para pemuda untuk mengambil peran aktif dalam membangun bangsa menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Dalam pandangannya, semangat pahlawan tak boleh hanya jadi kenangan, melainkan harus tumbuh dalam aksi nyata generasi muda masa kini.
“Peran guru, orang tua, dan lingkungan sangat penting untuk menjaga api semangat juang agar anak-anak tetap berada di jalan yang benar,” tambahnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla