METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kampung Bugisan tampak lebih hidup pagi itu. Lorong-lorong yang dulu sepi, kini diselimuti warna-warni, tanaman tertata, dan wajah-wajah warga yang tampak lebih percaya diri.
Di tengah suasana yang hangat, Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab menyambut kedatangan Tim Penilai Innovation Government Award (IGA), untuk melihat langsung perubahan Kampung Bugisan lewat program unggulan Kota Menawan.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda penilaian, melainkan momen bagi warga Bugisan untuk menunjukkan bagaimana inovasi mampu mengubah kehidupan mereka.
Dari ekonomi, kesehatan, hingga kualitas lingkungan, semuanya terasa naik kelas sejak program ini dijalankan.
“Setelah kami bersama Tim Penilai IGA melihat langsung perkembangan di Kampung Bugisan, Alhamdulillah kebermanfaatannya sangat luar biasa,” kata Balgis pada Sabtu 15 November 2025.
Ia terharu mendengar cerita warga tentang perubahan yang mereka rasakan.
“Testimoni dari masyarakat sangat menguatkan bahwa inovasi ini betul-betul mengubah kualitas hidup mereka,” katanya.
Program Kota Menawan sendiri dirancang sebagai upaya menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk berdaya.
Di Bugisan, inovasi ini tidak berhenti pada penataan kampung, tetapi merembet pada aktivitas ekonomi kecil, kebiasaan hidup sehat, dan tumbuhnya rasa memiliki terhadap lingkungan.
Kehadiran Tim Penilai IGA di Bugisan menjadi bukti bahwa inovasi daerah bisa lahir dari komunitas kecil yang mau bergerak bersama.
Kampung Bugisan itu bukan hanya tampil menawan secara visual, tetapi juga menjadi simbol perubahan sosial yang berkelanjutan.
Kota Pekalongan pun semakin yakin bahwa program Kota Menawan adalah langkah nyata menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
Balgis menegaskan, dampak program ini tidak hanya dilihat dari perbaikan fisik kampung.
“Bukan hanya dari sisi ekonomi, bahkan dari segi kesehatan masyarakat pun merasakan peningkatan kualitas,” katanya.
Dari warung UMKM yang lebih ramai, Posyandu yang lebih aktif hingga kebiasaan warga menjaga kebersihan, semuanya menjadi bagian dari perubahan positif yang saling berkaitan.
Namun bagi Balgis, tantangan terbesarnya bukan hanya pada keberhasilan hari ini, tetapi memastikan dampak baik itu terus berlanjut. Ia menekankan perlunya keberlanjutan dan replikasi di wilayah lain.
“Ke depannya perlu ada replikasi, perlu ada keberlanjutan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita perlu menggandeng masyarakat agar perubahan ini terus berlanjut,” tegasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla