Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Menuju Zero Stunting 2026, Pekalongan Tata Ulang Strategi Penanganan

Lutfi Hanafi • Sabtu, 22 November 2025 | 01:06 WIB

KOMPAK - Wakil WaliKota Pekalongan Hj Balgis Diab hadir langsung dalam Aksi Konvergensi Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Jumat (21/11/2025) di Ruang Buketan Setda.
KOMPAK - Wakil WaliKota Pekalongan Hj Balgis Diab hadir langsung dalam Aksi Konvergensi Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Jumat (21/11/2025) di Ruang Buketan Setda.
 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Jumat 21 November 2025, para pemangku kepentingan lintas sektor duduk bersama, dalam acara  Aksi Konvergensi Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting.

Bukan sekadar membahas laporan angka, tetapi menata ulang komitmen besar, membawa penanganan stunting di Kota Pekalongan “naik kelas”.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Hj Balgis Diab menegaskan, urusan stunting bukan sekadar soal kesehatan balita.

Ia menyebut stunting sebagai potret sederhana kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan secara menyeluruh.

“Stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi menyangkut sosial, ekonomi, dan kualitas hidup keluarga. Karena itu pendekatannya harus terpadu dan menyeluruh,” ujar Balgis.

Pemerintah Kota Pekalongan kini memperkuat tata kelola program melalui digitalisasi perencanaan dan pelaporan yang dibimbing langsung Kementerian Dalam Negeri.

Sistem baru ini diharapkan membuat langkah percepatan penurunan stunting semakin terukur, terpantau, dan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, Balgis juga menekankan bahwa upaya ini harus keluar dari pola kerja administratif semata.

Menurutnya, semua pihak harus benar-benar turun tangan dalam menelusuri faktor risiko stunting, mulai dari sanitasi rumah, kepemilikan jamban, akses layanan kesehatan, hingga kondisi sosial-ekonomi dan status pekerjaan orang tua.

 Baca Juga: Harga Beras Anjlok! Pemkot Pekalongan Awasi Distributor Cegah Penahanan Pasokan

“Kinerja kita jangan hanya bicara angka. Setiap anak stunting itu punya keluarga dengan banyak faktor risiko yang harus kita lihat dan kita tangani,” tegasnya.

Untuk menguatkan pemahaman teknis, acara ini menghadirkan narasumber dari Kemendagri yang datang langsung dari Banda.

Balgis berharap kesempatan ini dipakai maksimal oleh semua peserta untuk menyatukan langkah bersama.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak bekerja sendiri.

Mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, penanganan dilakukan secara konvergensi, melibatkan berbagai sektor agar setiap keluarga mendapatkan intervensi yang tepat.

“Pemerintah selalu hadir dan bekerja bersama masyarakat. Stunting tidak bisa ditangani satu pihak, tetapi harus bersinergi,” tambahnya.

Melalui penguatan pelaporan digital, peningkatan koordinasi, dan kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan, Kota Pekalongan menargetkan grafik penurunan stunting terus membaik hingga mencapai Zero Stunting pada 2026, sejalan dengan berakhirnya masa kepemimpinan saat ini.

“Dari sini, kita ingin penanganan stunting naik kelas. Tidak hanya sekadar rapat dan rembuk, tapi benar-benar memajukan kualitas hidup warga Kota Pekalongan,” tutup Balgis.(han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#naik kelas #kota pekalongan #Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab #strategi #stunting #zero stunting