METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Deretan wajah muda purna Paskibraka 2025 duduk rapi, di Ruang Buketan Kota Pekalongan, Minggu 30 November 2025.
Badan Kesbangpol Kota Pekalongan menempa alumni pengibar bendera, menjadi generasi yang disiplin, nasionalis, dan sikap teguh dalam mengemban tugas negara.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Hj Balgis Diab menekankan, status sebagai purna Paskibraka membawa tanggung jawab moral.
Lebih dari sekadar kenangan mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Balgis menegaskan, para purna Paskibraka adalah figur-figur muda yang seharusnya menjadi contoh di lingkungan masing-masing.
“Nilai kebangsaan jangan sampai luntur. Kalian adalah orang-orang terpilih dan harus menjadi lokomotif penguatan ideologi Pancasila,” tuturnya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kata Balgis, karakter dan mental yang kuat menjadi bekal bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal negatif yang merusak kecintaan terhadap bangsa.
“Kalau mental tidak kuat dan wawasan kebangsaan lemah, hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi. Maka penguatan ideologi harus terus dilakukan,” jelasnya.
Balgis juga menantang Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Pekalongan agar tidak hanya tampil ketika upacara HUT Kemerdekaan, tetapi aktif menjalankan program kerja sepanjang tahun.
“Susun program kerja 2026. Tidak perlu memikirkan anggaran dulu. Buat gagasannya, nanti kita pilah bersama. Kalau programnya baik, pemerintah siap memfasilitasi,” ujarnya.
Kolaborasi dalam kegiatan sosial, pembinaan karakter remaja, hingga aksi kemasyarakatan menjadi ruang kontribusi yang ia tawarkan kepada para alumni Paskibraka.
“Purna Paskibraka tak hanya menjadi simbol kedisiplinan sesaat, tetapi harus benar-benar hadir sebagai teladan muda yang bermental kuat, berpikir jernih, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh. Ini cermin generasi yang siap menjaga masa depan Indonesia,” katanya. (han/ida)