METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Sebanyak 26 Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik Kota Pekalongan mengikuti Uji Kompetensi Teknis melalui Uji Gagasan dan Wawancara di Aula Pusdiklat Kospin Jasa pada Rabu 3 Desember 2025.
Uji kompetensi tersebut merupakan rangkaian seleksi untuk mengisi 10 kursi kepala dinas yang kosong per 1 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama bukan sekadar formalitas, tetapi kebutuhan mendesak untuk menjaga kualitas layanan publik.
Baca Juga: Cakupan Baru 35 Persen, Pemkot Pekalongan Genjot Peserta BPJS Ketenagakerjaan dari Semua Lapisan
“Ada 10 kursi kepala dinas yang kosong per 1 Januari 2026. Hari ini kita mulai seleksi dan mudah-mudahan berlangsung lancar. Ada 26 ASN mengikuti tes, diseleksi tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), akademisi, dan internal,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
Wali Kota Aaf mengibaratkan, jabatan kepala dinas sebagai lokomotif. Ketika posisinya terisi sosok yang tepat, gerbong-gerbong di bawahnya akan otomatis bergerak lebih cepat dan terarah.
Karena itulah, seleksi kali ini digelar secara ketat dan melibatkan tim asesor berpengalaman dari berbagai institusi.
Baca Juga: Tanggul Baru Tirto dan Jembatan Degayu Rampung, Warga Akhirnya Terbebas dari Rob
Seleksi tersebut tetap berpegang pada aturan nasional, mulai dari kualifikasi pendidikan, rekam jejak jabatan, pengalaman kerja, hingga capaian kinerja.
Namun Mas Aaf menekankan, Pemkot Pekalongan tetap membuka ruang rotasi sebagai strategi penyegaran birokrasi.
“Ada ASN potensial yang karirnya terhenti di satu dinas. Kami bisa rotasi agar lebih optimal, entah menjadi sekretaris dinas atau kepala dinas,” jelasnya.
Baca Juga: Kali Pertama, HUT KORPRI dan DWP Digelar di Pantai, Wali Kota Pekalongan Apresiasi ASN
Lebih dari sekadar mencari pemimpin baru, proses ini menjadi momentum untuk menciptakan birokrasi yang lebih gesit, inovatif, dan responsive, terhadap kebutuhan masyarakat.
Harapannya, Kota Pekalongan memasuki tahun 2026 dengan kekuatan penuh pada struktur OPD-nya.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan pelayanan publik kita semakin maksimal,” kata Mas Aaf optimistis. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla