METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Peserta BPJS Ketengakerjaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal di wilayah Cabang Pekalongan masih rendah.
Data per 30 November 2025, jumlah total peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan (terdiri atas Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang) adalah 154.453 orang.
Dari jumlah total itu, segmen BPU atau pekerja informal hanya 31.546 orang. Jumlah tersebut cukup jauh apbila dibanding peserta segmen Penerima Upah (89.433 orang) dan Jasa Konstruksi (33.474 orang).
Baca Juga: Pekerja SPPG Hingga Relawan KMP Bakal Diikutkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Kondisi itu disampaikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan Widhi Astri Aprillia Nia saat Tasyakuran HUT ke-48 BPJS Ketenagakerjaan, Jumat (5/12/2025) lalu.
Ia menegaskan, fokus tahun depan adalah mendorong pekerja informal masuk dalam perlindungan Jamsostek.
"Ini jadi komitmen pemerintah daerah juga, bagaimana memperluas dan meningkatkan cakupan kepesertaan,” ucapnya.
Baca Juga: Cakupan Baru 35 Persen, Pemkot Pekalongan Genjot Peserta BPJS Ketenagakerjaan dari Semua Lapisan
Menurut Widhi, rendahnya angka kepesertaan BPU tak lepas dari anggapan bahwa perlindungan Jamsostek belum dianggap penting oleh pekerja informal.
“Nah ini menjadi fokus kami untuk gencar sosialiasi dan edukasi bersama stakeholder agar mereka (pekerja informal) juga terlindung seperti para pekerja penerima upah,” imbuhnya.
Salah satu cara yang akan ditempuh yakni dengan memperbanyak agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai).
Baca Juga: Ratusan Relawan SPPG Pemalang Serentak Daftar BPJS Ketenagakerjaan
“Kami butuh agen-agen Perisai yang dekat dengan kelompok masyarakat. Cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) kami kami masih rendah (36 persen), artinya potensi untuk menyasar pekerja BPU masih sangat luas,” tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla