Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Wali Kota Pekalongan Pastikan Kesiapan Perayaan Nataru, Sentil PDAM dan DLH

Lutfi Hanafi • Selasa, 16 Desember 2025 | 22:09 WIB
DISKUSI - Walikota Pekalongan H A Afzan Arslan Djunaid saat membuka forum HLM Ekuinda TPID Kota Pekalongan, di Ruang Buketan Setda, Selasa (16/12/2025).
DISKUSI - Walikota Pekalongan H A Afzan Arslan Djunaid saat membuka forum HLM Ekuinda TPID Kota Pekalongan, di Ruang Buketan Setda, Selasa (16/12/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tinggal hitungan hari.
 
Bagi Wali Kota Pekalongan H A Afzan Arslan Djunaid, momen ini bukan hanya soal ramainya kota, tetapi juga ujian wajah pelayanan publik. Air PDAM harus mengalir, kota wajib bersih, dan kebutuhan pokok tersedia.
 
"Jangan sampai Kota Pekalongan meninggalkan kesan buruk bagi tamu yang datang," kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
 
Baca Juga: Jelang Nataru, Tak Hanya Gereja di Kota Pekalongan, Pemerintah juga Soroti Exit Tol dan Jalan Protokol Kota

Pesan tegas itu disampaikan Wali Kota Aaf saat memimpin High Level Meeting (HLM) Ekuinda Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pekalongan di Ruang Buketan Setda, Selasa 16 Desember 2025.
 
Di tengah meningkatnya mobilitas dan konsumsi masyarakat jelang Nataru, Wali Kota Aaf menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh lintas sektor. Salah satu yang disorot adalah kondisi harga beras di pasaran.
 
Saat ini, harga beras di Kota Pekalongan tercatat masuk lima tertinggi di Jawa Tengah, dengan harga tertinggi mencapai Rp 18 ribu per kilogram dan rata-rata berada di kisaran Rp 15–16 ribu. Meski demikian, Mas Aaf memastikan situasi tetap terkendali.
 
Baca Juga: Kemenkop Resmikan Pembangunan Gerai Fisik KKMP Perdana di Kota Pekalongan

“Memang harga beras relatif tinggi, tapi alhamdulillah tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Stok melimpah, beras mudah dibeli, dan distribusi berjalan lancar,” ungkapnya.
 
Kondisi tersebut, tak lepas dari sinergi TPID, Bulog, dan pemantauan rutin pasar. Namun ia tetap meminta pengawasan diperketat agar tidak terjadi penimbunan atau permainan harga yang bisa memicu keresahan menjelang hari besar.
 
Tak kalah serius, perhatian Wali Kota Aaf tertuju pada pelayanan dasar. PDAM diminta memastikan suplai air bersih tetap lancar selama libur panjang, terlebih bagi tamu dan warga dari luar daerah yang menginap di Kota Pekalongan.
 
Baca Juga: Sidak Proyek Inspektorat Molor, Wali Kota Pekalongan Ingatkan Jangan Korbankan Kualitas

“Kalau ada orang luar kota datang ke Pekalongan, tapi air PDAM mati atau tidak mengalir dengan baik, itu memalukan. Ini harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
 
Sorotan serupa diarahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Mas Aaf menegaskan, Kota Pekalongan akan menjadi jalur lintasan pemudik dan wisatawan, sehingga kebersihan kota tak boleh kendor.
 
“Jangan sampai di jalan-jalan utama justru terlihat sampah menumpuk. Kota ini dilihat banyak orang, jadi harus bersih dan rapi,” ujarnya.
 
Baca Juga: Kota Pekalongan Tembus 9 Besar IGA 2025, Jadi Kota Terinovatif di Indonesia

Selain itu, Wali Kota Aaf juga mengingatkan pentingnya pelayanan lalu lintas yang tertib dan responsif.
 
Perlu dilakukan rekayasa lalu lintas di titik rawan macet, pembatasan kendaraan berat, serta koordinasi antarinstansi diminta berjalan optimal demi kenyamanan bersama.
 
Koordinasi dengan Pertamina untuk pasokan energi, Bulog untuk pangan, PT KAI dan instansi perhubungan, serta dukungan data dari BPS dan Bank Indonesia (BI) disebut menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah selama Nataru.
 
Baca Juga: Kota Pekalongan Tembus 9 Besar IGA 2025, Jadi Kota Terinovatif di Indonesia

Dengan kesiapan itu, Pemkot Pekalongan berharap libur Natal dan Tahun Baru berjalan aman, nyaman, dan meninggalkan kesan positif bagi siapa pun yang singgah di Kota Batik.

“Intinya, semua OPD harus hadir memberi layanan terbaik. Harga boleh naik, tapi jangan langka. Kota ramai, tapi tetap bersih. Air mengalir, lalu lintas tertib. Jangan sampai Pekalongan bikin malu,” pungkas Mas Aaf. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla
#exit tol #High Level Meeting #tpid #air #kota pekalongan #libur nataru #pdam #Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) #pt kai #DLH #Walikota Aaf #bank indonesia (bi) #sampah #pekalongan #Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #bulog #nataru #rekayasa lalu kintas