METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sebanyak 80 anak di wilayah Pekalongan, Batang, dan sekitarnya mendapatkan layanan khitan gratis di Kanzus Sholawat sejak pukul 09.00 pada Kamis 1 Januari 2026.
Khitan masal ini dilaksanakan bertepatan pada awal tahun 2026 ini dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-8 Majelis Jati Sumo Negoro (JSN) dan Haul ke-5 Habib Ja’far Al-Kaff.
Majelis atau Yayasan JSN sendiri merupakan organisasi sosial kemasyarakatan (Ormas) yang didirikan oleh Habib Muhammad Syarif Hidayatullah Al-Husaeni bin Luthfi bin Yahya yang akrab disapa Habib Husein.
Majelis JSN ini tak hanya bergerak di bidang keagamaan, namun sangat aktif melakukan pemberdayaan masyarakat dengan menggerakkan kegiatan ekonomi kerakyatan, meningkatkan produksi pertanian dan peternakan, hingga kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat nusa dan bangsa.
Dalam setiap perayaan ulang tahunnya hingga yang kedelapan ini, JSN selalu melaksanakan khitanan masal untuk memudahkan masyarakat dalam membimbing putranya sebelum aqil baliq sesuai syariat Islam.
Dengan memadukan aksi sosial kemanusiaan dengan ketajaman spiritual, seluruh rangkaian Harlah ke-8 JSN kali ini, dipusatkan di Gedung Kanzus Sholawat dan Makam Sapura Kota Pekalongan.
Habib Jawad Al-Kaff, selaku panitia dan Pengurus Pusat JSN menyatakan, sunatan masal ini merupakan amanat dari beliau Maulana Habib Muhammad Luthfi bi Ali bin Yahya.
“Ini bagian dalam berdakwah secara sosial, memberikan ruang bagi warga yang membutuhkan untuk mengkhitankan putranya,” kata Habib Jawad.
Anak-anak yang rata-rata umur 9-12 tahun ini, tampak mengenakan baju koko putih dan sarung.
Para peserta tampak antusias meski sebagian dilingkupi rasa tegang. Namun mereka tetap merasa nyaman, karena didampingi kedua orang tua, kakak adik, dan saudara lainnya.
“Alhamdulillah bisa ikut sunatan masal gratis. Kalau bayar kan mahal, biayanya Rp 1,5 juta. Tapi ini gratis,” kata Suci, salah satu orang tua peserta khitanan masal asal Tirto penuh rasa syukur.
Shodiqin dari Tim Medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menyatakan, metode khitan ini simple.
Bahkan, ada yang tidak diperban setelah khitan. Kalaupun ada perban, hanya untuk menutup sedikit.
Selain itu, untuk kontrol setelah khitan, cukup mudah dijangkau. Setelah 2 atau 3 hari, bisa kontrol luka karena khitan ke Puskesmas terdekat atau fasilitas kesehatan (Faskes) lainnya yang bisa mengobati luka.
“Terpenting adalah asupan makannya tidak ada pantangan. Boleh makan daging, ikan, atau ayam. Semua boleh, asal obat diminum rutin sampai habis tiga kali sehari,” katanya.
Usai dikhitan, mereka mendapatkan bingkisan dan foto dengan robot yang menghibur selama proses khitan di Kanzus Sholawat hingga siang menjelang.
Sementara itu, Kamis malam 1 Januari 2026 pukul 19.00 sampai selesai, digelar acara gambusan. Kemudian Jumat 2 Januari 2026 pukul 13.00 acara dilanjutkan dengan pengajian burdah khusus untuk jemaah putri.
Puncak Harlah ke-8 JSN dan Haul ke-5 Habib Ja'far Al Kaff dilaksanakan Sabtu malam 3 Januari 2026 dengan Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Jalan Dr Wahidin Kota Pekalongan. (ida)
Editor : Ida Nor Layla