Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bersama Habib Rifqi Alaydrus, Teladani Sayyidah Khadijah dalam Harlah ke-8 JSN dan Haul ke-5 Habib Ja’far Al-Kaff

Ida Nor Layla • Sabtu, 3 Januari 2026 | 02:46 WIB
RINDU RASUL : Para jemaah perempuan Kota Pekalongan bersama Habib Rifqi Alaydrus melangitkan doa dalam peringatan Harlah ke-8 JSN dan Haul Habib Ja’far Al-Kaff di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.
RINDU RASUL : Para jemaah perempuan Kota Pekalongan bersama Habib Rifqi Alaydrus melangitkan doa dalam peringatan Harlah ke-8 JSN dan Haul Habib Ja’far Al-Kaff di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Besarnya cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW memantik ribuan jemaah perempuan untuk datang dan memenuhi gedung Kanzus Sholawat Kota Pekalongan di Jalan Dr Wahidin, Noyontaan, Pekalongan Timur.

Mereka penuh khidmat mengaminkan seluruh doa Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Rifqi Alaydrus. 

Acara tersebut digelar Majelis Jati Sumo Negoro (JSN) dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-8 sekaligus peringatan haul ke-5 ulama kharismatik, Habib Ja’far bin Muhammad Al-Kaff.

Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore hari ini juga bentuk penghormatan dan doa bagi Rais Aam Jam’iyyah Ahlu Thariqah al-Mu’tabarah Ahlusunnah wal Jamaah (Jatma Aswaja) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan umur dalam membimbing umat.

Majelis/Yayasan JSN sendiri merupakan organisasi sosial kemasyarakatan (Ormas) yang didirikan oleh Habib Muhammad Syarif Hidayatullah Al-Husaeni bin Luthfi bin Yahya yang akrab disapa Habib Husein.

KHUSUK : Para jemaah perempuan Kota Pekalongan saat mahalul qiyam Maulid Nabi Muhammad SAW dalam peringatan Harlah ke-8 JSN dan Haul Habib Ja’far Al-Kaff di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.
KHUSUK : Para jemaah perempuan Kota Pekalongan saat mahalul qiyam Maulid Nabi Muhammad SAW dalam peringatan Harlah ke-8 JSN dan Haul Habib Ja’far Al-Kaff di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.

Sedangkan Srikandi JSN merupakan bagian dari Majelis JSN yang fokus pada pemberdayaan kaum perempuan.

Dalam tausiyah yang disampaikan Habib Rifqi, ditekankan pentingnya rasa syukur, iman, dan takwa sebagai landasan hidup. Kehadiran para jemaah perempuan dan para anggota Srikandi JSN dalam majelis ilmu dan selawat tersebut, merupakan bukti nyata adanya "percikan cahaya iman" yang dititipkan Allah SWT.

"Setiap langkah kaki ibu-ibu sejak niat muncul dari seminggu yang lalu sudah dicatat sebagai pahala. Saat duduk di majelis ini, dosa-dosa digugurkan oleh Allah. Inilah nikmat menjadi umat Rasulullah SAW," kata Habib Rifqi, pendakwah muda kontemporer ini.

Dalam bulan Rajab ini, Habib Rifqi mengajak jemaah untuk melakukan "penyucian jasad" dan menanam benih amalan baik. Salah satu poin utama tausiyah adalah meneladani pengorbanan Sayyidah Khadijah Al-Kubro dan ketabahan Sayyidah Fatimah Az-Zahra.

Dikisahkan bagaimana Sayyidah Khadijah memberikan seluruh harta dan jiwanya untuk dakwah Nabi Muhammad SAW hingga akhir hayatnya.

Habib Rifqi Alaydrus
Habib Rifqi Alaydrus

Pesan ini ditujukan kepada para istri agar senantiasa mengejar rida Allah melalui bakti kepada suami.

"Keselamatan seorang istri tergantung pada ridanya suami. Di bulan Rajab ini, tanamkanlah bibit amalan yang baik. Bangun tidur minta maaf, mau keluar rumah cium tangan. Jadikan ketaatan kepada suami sebagai buah dari mencari rida Allah," pesannya.

Selain membahas adab berkeluarga, Habib Rifqi juga mengulas peristiwa besar Isra wal Mi’raj. Jemaah diingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat mencintai umatnya.

Bahkan saat berjumpa dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha, yang diminta pertama kali oleh Rasulullah SAW adalah pengampunan bagi dosa-dosa umatnya.

Sebagai amalan di bulan Rajab, jemaah diimbau untuk, memperbanyak bacaan istigfar (Rabbighfirli warhamni watub 'alayya) sebanyak 70 kali setiap habis Subuh dan Ashar.

Kemudian, membaca doa keberkahan Rajab dan Sya’ban agar dipertemukan dengan bulan Ramadan. Dan melaksanakan puasa sunah dan menjaga lisan dari ghibah (menggunjing).

Peringatan Haul Habib Ja’far Al-Kaff menjadi penutup refleksi spiritual. Meski jasad beliau telah tiada, katanya, namun keberkahan dan ilmu yang ditinggalkan diyakini terus mengalir bagi bangsa Indonesia.

Karena itulah, melalui Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, mata rantai keilmuan para wali dapat terus tersambung hingga membawa jemaah menuju surga Allah SWT.

Acara ditutup dengan selawat bersama, di mana suara jemaah bergemuruh melantunkan "Labbaik ya Rasulallah, Labbaik ya Nurullah," sebagai bentuk kerinduan dan cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Jati Sumo Negoro #Habib Ja'far Al-Kaff #Harlah JSN VIII #Kanzus Sholawat Kota Pekalongan