METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan semalam 3 Januari 2025, tak menyurutkan ribuan kaum muslimin muslimat beringsut dari Majelis Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.
Bahkan mereka semakin khidmat merasakan gelora cinta Rasul dan malam keberkahan dan peluncuran “Ngaji Ekonomi JSN” untuk kemandirian ekonomi dan pangan.
Suasana khidmat di bawah naungan doa dan salawat itu terpancar dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-8 JSN Majelis Jati Sumo Negoro (JSN) sekaligus Haul ke-5 Al-Habib Ja’far bin Muhammad Al-Kaff.
Perlu diketahui, Majelis atau Yayasan JSN sendiri merupakan organisasi sosial kemasyarakatan (Ormas) yang didirikan oleh Habib Muhammad Syarif Hidayatullah Al-Husaini bin Luthfi bin Yahya yang akrab disapa Habib Husein.
Dalam kesempatan tersebut, Majelis JSN mengambil langkah besar dalam bidang sosial ekonomi.
Yakni, meluncurkan “Ngaji Ekonomi JSN”. Ini program kolaborasi strategis antara Majelis JSN dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Setelah pembacaan Rotib Kubro bersama Majelis JSN dipimpin oleh Habib Syauqi bil Faqih yang dilanjut pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Majelis Az-Zahir pimpinan Habib Ali Zaenal Abidin Segaf Assegaf, dilakukan prosesi simbolik kerja sama “Ngaji Ekonomi JSN.”
Prosesi itu ditandai dengan serah terima bendera, piagam, dan kaos, oleh Pembina Yayasan JSN, Habib Muhammad Syarif Hidayatullah Al-Husaini bin Luthfi bin Yahya, bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi, serta Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Alim Setyawan S. dan Ketua Umum JSN Pusat, Dr. Jarot Wijayanto. Serta dengan Ir. Andreas Gunapradangga dari Agrikencana Perkasa dan Kepala Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa, S.T., M.T., IPU. ASEAN Eng,
Dalam orasinya, Prof. Arif Satria menekankan pentingnya kedaulatan pangan bagi bangsa Indonesia.
Ia memuji langkah JSN yang mengintegrasikan nilai agama (Iman dan Takwa) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).
"Kedaulatan pangan adalah keniscayaan. Kami mengapresiasi Jati Sumo Negoro yang peduli pada inovasi pangan. Penting bagi kita untuk meningkatkan produksi sekaligus menekan food loss dan food waste sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW untuk tidak berlebih-lebihan," kata Prof. Arif.
Harapannya, program "Ngaji Ekonomi JSN" dapat melahirkan petani dan peternak yang mandiri, menguasai digitalisasi marketing, dan tidak bergantung pada modal finansial semata, melainkan pada skill dan kolaborasi.
Setelah prosesi tersebut, dua tokoh ulama memberikan nasihat utama (Maudidoh Hasanah).
Adalah Gus Aji Ubaidillah dari Banyumas yang mengisahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam Perang Khandaq.
Beliau menekankan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang hadir saat umatnya susah, dan keberkahan akan muncul dari ketaatan serta totalitas dalam berdakwah.
Sedangkan Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohar dari Semarang dengan gaya penyampaian yang jenaka namun sarat makna, mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga dua hal. Yakni, "Sembah sujud kepada Allah (Ibadah)" dan "Makan makanan yang halal."
Beliau menegaskan bahwa apa yang dikonsumsi akan membentuk kepribadian dan hati seseorang.
Acara ditutup dengan doa bersama dan tawasul yang dipimpin oleh Habib Umar Al-Muthohar.
Yakni, memohon agar tahun 2026 membawa keberkahan, kelancaran rezeki, dan kemajuan bagi ekonomi kerakyatan Indonesia menuju bangsa yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur. (ida)
Editor : Ida Nor Layla