METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Setelah hari-hari penuh kecemasan akibat terjangan banjir, harapan mulai tumbuh di wilayah Pabean, Kota Pekalongan.
Tanggul darurat Sungai Bremi kini hampir rampung dibangun dan air berhasil dibendung.
Kini warga perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk memulai bersih-bersih serta menata ulang kehidupan mereka.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha mengatakan, hingga Kamis siang 8 Januari 2026, progres pembangunan tanggul darurat telah mencapai sekitar 90 persen.
Baca Juga: Air Bah Datang Saat Warga Terlelap, Tanggul Bremi Jebol Dini Hari, Ratusan KK Terdampak
Kini tanggul tersebut sudah mampu menahan aliran air sungai agar tidak kembali masuk ke permukiman.
“Saat ini tanggul darurat sudah berfungsi membendung air Sungai Bremi. Tinggal penyelesaian akhir, masih proses langsir sandbag dan sesek bambu ke titik tanggul jebol,” jelas Dimas.
BPBD bersama tim gabungan menargetkan tanggul darurat bisa rampung sebelum malam, sehingga warga dapat merasa lebih aman menghadapi potensi hujan pada malam hari.
Baca Juga: Demi Keamanan MGB, Pemkot Pekalongan Wajibkan Relawan SPPG Bersertifikat
Seiring kondisi yang mulai terkendali, warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Dimas memastikan, hingga siang ini SD Pabean dan Mushola Al Mujahidin Pabean sudah tidak lagi digunakan sebagai lokasi pengungsian.
“Sejak semalam warga sudah mulai meninggalkan tempat pengungsian. Sekarang mereka fokus membersihkan rumah dan lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Polsek Randudongkal Punya Aula Baru, Layanan Publik Diharap Makin Prima
Di sejumlah gang dan jalan pemukiman, warga tampak bergotong royong membersihkan lumpur sisa genangan, merapikan perabot rumah tangga, serta membuka akses jalan yang sebelumnya terendam air bah dari Sungai Bremi.
Sehari sebelumnya, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Forkopimda meninjau langsung lokasi tanggul jebol di Pabean.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh unsur.
Baca Juga: Ini Cara Membedakan Editorial dan Komersial di Microstok, Jangan Salah Upload
Wali Kota Pekalongan memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong warga yang sejak dini hari terlibat langsung dalam kerja bakti penanganan tanggul.
“Alhamdulillah, warga luar biasa. Banyak yang rela tidak berangkat kerja demi membantu. Kalau hanya mengandalkan Pemkot, BPBD, TNI, dan Polri saja, tentu tidak akan maksimal,” ujar Aaf, sapaan akrab Wali Kota.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan tanggul jebol, terutama di tengah kondisi aliran air yang sempat sangat deras dan menimbulkan trauma bagi warga.
Meski penutupan darurat ditargetkan selesai, wali kota menegaskan, penyempurnaan tanggul masih membutuhkan waktu sekitar 3–4 hari ke depan.
Langkah ini penting untuk memastikan struktur tanggul lebih kuat dan aman dalam jangka menengah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan juga terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan logistik, layanan kesehatan, serta pemantauan kondisi warga pasca banjir.
Baca Juga: Liburan Aman di Kota Pekalongan, Polisi Jaga Wisata dan Arus Lalin Ketat
“Penanganan dilakukan cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Keselamatan dan kenyamanan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla