Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sawah Eks Rob Pekalongan Kini Produktif, Pompa Listrik Jadi Kunci Tanam Berkelanjutan

Lutfi Hanafi • Senin, 12 Januari 2026 | 03:22 WIB
SURVEI – Tim PLN Pekalongan dan Dinperpa saat survey lahan eks rob di Degayu Pekalongan Utara yang akan diberikan teknologi listrik untuk membantu pengairan.
SURVEI – Tim PLN Pekalongan dan Dinperpa saat survey lahan eks rob di Degayu Pekalongan Utara yang akan diberikan teknologi listrik untuk membantu pengairan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Lahan persawahan eks rob di Kota Pekalongan perlahan kembali produktif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mulai menyiapkan solusi jangka panjang melalui penerapan teknologi Electrifying Agriculture untuk menjamin kelancaran musim tanam, khususnya di wilayah Pekalongan Utara.

Melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa), Pemkot Pekalongan berkolaborasi dengan PLN Area Pekalongan Kota merencanakan pemanfaatan pompa air berbasis energi listrik sebagai sumber irigasi utama sawah eks rob.

Teknologi ini dinilai lebih efisien dan berkelanjutan dibandingkan sistem konvensional.

 Baca Juga: BAMAGNAS Kota Pekalongan Resmi Dikukuhkan, Siap Dongkrak Indeks Toleransi

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan Lili Sulistyawati menjelaskan, pengembangan lahan sawah eks rob masih menghadapi tantangan serius, terutama kerusakan sarana dan prasarana pertanian serta keterbatasan air saat musim kemarau.

“Sebagian besar infrastruktur pertanian di kawasan eks rob rusak akibat genangan bertahun-tahun. Saat ini mulai kami tata kembali agar lahan bisa difungsikan sebagai sawah. Masalah utama yang dihadapi petani adalah air irigasi yang tidak mencukupi saat kemarau,” terang Lili saat dikonfirmasi, Minggu 11 Januari 2026.

Menurutnya, program Electrifying Agriculture yang ditawarkan PLN berpotensi menjadi solusi strategis, terutama untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan padi bio salin yang kini mulai dikembangkan di kawasan tersebut.

“Harapannya, pompa air berbasis listrik ini bisa menjadi jawaban agar pengelolaan sawah tetap berjalan dan berkontribusi pada ketahanan serta swasembada pangan Kota Pekalongan,” ujarnya.

 Baca Juga: Demi Keamanan MGB, Pemkot Pekalongan Wajibkan Relawan SPPG Bersertifikat

Tak hanya di wilayah utara, Dinperpa juga merencanakan pembangunan jaringan listrik pertanian di kawasan sawah Pekalongan Selatan.

Pompa listrik dipilih karena dinilai lebih hemat energi dan stabil untuk mengatasi persoalan kekeringan yang kerap berulang setiap musim kemarau.

Saat ini, program tersebut masih dalam tahap pengusulan. Pemkot berharap implementasinya dapat masuk dalam skema Corporate Social Responsibility (CSR) PLN, sehingga petani tidak terbebani biaya listrik yang tinggi.

 Baca Juga: Pemkot Pekalongan Tancap Gas Benahi Layanan Air Bersih, Wali Kota Lantik Direktur Perumda Tirtayasa Baru

“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan survei di tiga titik lokasi. Harapannya ke depan bisa bertambah, namun keputusan akhir masih menunggu dari manajemen area PLN,” imbuh Lili.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Kota Pekalongan terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Meski memiliki keterbatasan luas wilayah, Pemkot Pekalongan terus menguatkan sektor pertanian melalui langkah-langkah adaptif dan inovatif.

Salah satu capaian nyata adalah bertambahnya luas tanam padi pasca pembangunan tanggul pengendali rob di wilayah Krapyak dan Degayu. Lahan yang sebelumnya terendam rob kini mulai mengering dan kembali produktif.

“Pada 2025, sekitar 50 hektare lahan eks rob sudah bisa ditanami padi dari potensi total 95 hektar. Tahun 2026 kami targetkan sisa sekitar 45 hektar bisa kembali ditanami. Fokus utama kami tetap pada komoditas padi,” jelasnya.

Sementara itu, Manager PLN Area Pekalongan Kota Rahmat Taupik, membenarkan bahwa pihaknya tengah memproses program Electrifying Agriculture tersebut.

Namun, ia belum dapat menyampaikan detail teknis kepada publik. Programnya memang sedang berproses. Untuk detailnya nanti akan kami sampaikan segera.

"Listrik dari kami, intinya untuk pompa irigasi, yang semula menggunakan disel/bensin, akan berubah menjadi pompa listrik,” singkatnya.(han)

Editor : Ida Nor Layla
#eks rob #Dinperpa #Dinas Pertanian dan Pangan #kota pekalongan #Pekalogan #pompa air #PLN Area Pekalongan #Degayu #sawah #lahan persawahan #pemkot pekalongan #Manager PLN Area Pekalongan Kota Rahmat Taupik #Presiden Prabowo #irigasi #Kepala Dinperpa Kota Pekalongan Lili Sulistyawati