Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ekonomi Sirkular Menguat, Nasabah Bank Sampah Pekalongan Terus Bertambah

Lutfi Hanafi • Senin, 12 Januari 2026 | 23:25 WIB
TIMBANG SAMPAH – Petugas Bank Sampah Induk Kota Pekalongan, saat menimbah kiriman sampah dari Masyarakat.
TIMBANG SAMPAH – Petugas Bank Sampah Induk Kota Pekalongan, saat menimbah kiriman sampah dari Masyarakat.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Kota Pekalongan kian menunjukkan geliat positif.

Bank Sampah Induk Kota Pekalongan terus memainkan peran strategis sebagai simpul pengelolaan sampah, dengan capaian peningkatan jumlah nasabah hingga akhir tahun 2025.

Berlokasi di kawasan Kertoharjo, terintegrasi dengan Taman Teknologi Sampah (TPST) Kuripan Kertoharjo, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Bank Sampah Induk tetap beroperasi aktif dan menjadi rujukan berbagai pihak dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Direktur Bank Sampah Induk Kota Pekalongan, Abdul Mukti, mengungkapkan bahwa sepanjang awal tahun 2025 terjadi kenaikan jumlah nasabah sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini dinilai sebagai indikator tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

“Untuk tahun 2025, Bank Sampah Induk tetap berjalan. Ada peningkatan jumlah nasabah sekitar tujuh persen. Secara otomatis, ketika nasabah meningkat, volume sampah yang disetorkan juga ikut naik,” ujar Abdul Mukti saat ditemui, Senin 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan setoran sampah tidak hanya berasal dari nasabah perorangan, tetapi juga dari sekolah, kantor pemerintahan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga kelurahan yang mulai aktif menjadi nasabah.

Kolaborasi ini berdampak langsung pada bertambahnya jumlah sampah terkelola sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dalam setahun terakhir, kami melihat banyak lembaga dan instansi yang rutin menabung sampah. Ini menunjukkan dukungan nyata berbagai pihak terhadap sistem ekonomi sirkular,” jelasnya.

Meski demikian, Abdul Mukti mengakui bahwa tantangan masih ada, khususnya terkait kesadaran memilah sampah dari sumbernya.

Menurutnya, edukasi dan pendampingan kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar kebiasaan memilah sampah menjadi budaya sehari-hari.

“Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih perlu ditingkatkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus terus kita dorong,” ungkapnya.

Untuk memudahkan layanan, Bank Sampah Induk juga menyediakan layanan penjemputan sampah dengan ketentuan minimal berat 50 kilogram, mencakup berbagai jenis sampah yang bernilai jual.

Dengan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, Bank Sampah Induk optimistis dapat menjadi motor penggerak pengelolaan sampah yang lebih efektif, produktif, dan ramah lingkungan di Kota Pekalongan.

Ke depan, Bank Sampah Induk Kota Pekalongan berharap minat masyarakat untuk menabung sampah terus meningkat, seiring dengan manfaat ekonomi yang diperoleh serta kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #tpst #pemerintah #pemkot pekalongan #opd #pengelolaan sampah #pekalongan #bank sampah