METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.
Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, M Sanjaya Putra, meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang pribadi. Ini meninggalkan luka mendalam bagi orang tua dan lingkungan sekitarnya.
Di tengah suasana pilu tersebut, Polres Pekalongan Kota hadir menunjukkan empati. Melalui Program BATIK (Bersama Amanah Tumbuhkan Infak Kamtibmas), jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Pekalongan Kota menyalurkan bantuan donasi kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
“Melalui Program BATIK, kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan keluarga bagi masyarakat. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Iptu Lestari.
Program BATIK merupakan inisiatif sosial Polres Pekalongan Kota yang secara konsisten digulirkan untuk menumbuhkan kepedulian, semangat berbagi, serta memperkuat ikatan kemanusiaan antara Polri dan masyarakat, khususnya bagi warga yang tertimpa musibah.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota melalui Ps. Kasi Humas Iptu Purno Utomo, Selasa 13 Januari 2026, menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
“Polres Pekalongan Kota tidak hanya bertugas menjaga kamtibmas, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung melalui aksi sosial. Program BATIK menjadi sarana kami mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepercayaan publik,” tuturnya.
Tragedi tersebut terjadi pada Minggu 11 Januari 2025 sekitar pukul 15.00–15.15 WIB di kolam renang milik warga setempat di Jalan Dwikora.
Korban bersama dua temannya sempat meminta izin untuk berenang, namun tidak diperbolehkan karena kolam tersebut bersifat pribadi.
Baca Juga: Air Bah Datang Saat Warga Terlelap, Tanggul Bremi Jebol Dini Hari, Ratusan KK Terdampak
Meski demikian, korban bersama dua saksi nekat masuk ke area kolam. Saat berenang, korban diduga tidak mampu bertahan di bagian kolam dengan kedalaman hingga 1,6 meter, hingga akhirnya tenggelam. Warga sempat memberikan pertolongan, namun korban telah meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan tim dokter Polres Pekalongan Kota memastikan, penyebab kematian murni akibat tenggelam, tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (han/ida)