METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Banjir yang sempat menggenangi jalur rel Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah Kota Pekalongan tak menyurutkan upaya aparat kepolisian untuk memastikan transportasi publik tetap berjalan.
Polres Pekalongan Kota bersama PT KAI bergerak cepat melakukan langkah strategis agar jalur rel kembali dapat dilalui dan operasional kereta api tetap aman.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi turun langsung memantau kondisi Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di emplasemen Stasiun KAI Kota Pekalongan, Senin 19 Januari 2026.
Pemantauan difokuskan pada jalur rel di KM 88 hingga KM 89 yang sebelumnya terendam air setinggi sekitar 20 sentimeter akibat banjir.
Pihaknya, sejak Minggu malam 18 Januari 2026, melakukan pengecekan di sepanjang jalur rel yang terdampak.
"Alhamdulillah hari ini air sudah berangsur surut, sehingga perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Jakarta maupun sebaliknya dapat kembali berjalan sesuai jadwal,” ujar AKBP Riki.
Ia menegaskan, koordinasi dengan manajemen Stasiun KAI Kota Pekalongan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak lanjutan banjir.
Untuk mencegah gangguan berulang, Polres Pekalongan Kota bersama KAI juga menyiapkan langkah jangka menengah berupa peninggian atau penguatan jalur rel di titik rawan banjir.
Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan operasional kereta api saat terjadi cuaca ekstrem.
Guna mendukung proses teknis di lapangan, Satlantas Polres Pekalongan Kota menerapkan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas di Simpang Empat Ponolawen.
Kendaraan dari arah timur diarahkan melintas melalui jalur dalam kota, yakni Jalan KH Mansyur hingga Jalan Gajah Mada Barat.
Polres Pekalongan Kota mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Sinergi antara kepolisian, KAI, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar mobilitas warga dan layanan transportasi publik tetap aman di tengah situasi darurat banjir.
Sementara itu, perwakilan Stasiun KAI Kota Pekalongan Saliman menyampaikan, perjalanan kereta api tetap diberangkatkan meski sempat mengalami keterlambatan terbatas.
Hal ini disebabkan adanya prosedur teknis tambahan, termasuk penarikan rangkaian menggunakan lokomotif hidrolik sebagai langkah pengamanan saat jalur terdampak genangan air.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Prosedur tambahan ini kami lakukan untuk memastikan jalur benar-benar aman dilalui,” jelasnya. (han/ida)