METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang memantik kepedulian berbagai pihak.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial lingkungan atau Organizational Social Responsibility (OSR), BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik guna meringankan beban ribuan warga terdampak, baru-baru ini.
Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Guna Setiawan, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian institusi terhadap bencana yang menimpa masyarakat di wilayah kerjanya.
"Kami menyalurkan bantuan OSR Tanggap Bencana Banjir berupa sembako dan barang konsumsi. Harapannya, ini bisa mendukung kebutuhan dasar para korban yang saat ini masih dalam masa pemulihan," ujar Guna, Senin 19 Januari 2026.
Di Kota Pekalongan, bantuan berupa susu, air mineral, biskuit, serta obat-obatan diserahkan langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan. Bantuan ini dinilai krusial mengingat jumlah pengungsi yang cukup besar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota telah menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan.
"Wali Kota sudah menerbitkan SK Tanggap Darurat mulai tanggal 17 sampai 30 Januari, jadi penanganan harus selesai dalam 14 hari. Mengingat kondisi pengungsi saat ini sudah mencapai 2.400 jiwa yang tersebar di 24 titik pengungsian," terang Budi.
Ia juga mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang turut memperhatikan aspek kesehatan warga.
"Bantuan ini, termasuk dukungan BPJS, sangat membantu sekali dalam mengatasi kesehatan masyarakat di tengah kondisi bencana," tambahnya.
Sementara itu di Kabupaten Batang, bantuan difokuskan untuk mendukung operasional dapur umum melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat.
Paket bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, mi instan, dan sarden.
Kepala Dinsos Kabupaten Batang, Wilopo, menyambut baik bantuan tersebut.
Menurutnya, meskipun air mulai surut di beberapa titik seperti Klidang Lor, dapur umum masih menjadi tumpuan utama warga.
"Warga yang terdampak saat ini sibuk membenahi dan membersihkan rumah pascabanjir. Mereka, terutama pekerja harian, memilih fokus benah-benah rumah sehingga tidak sempat bekerja maupun memasak. Karena itu, keberadaan dapur umum yang sudah beroperasi tiga hari ini sangat krusial," jelas Wilopo.
Ia menambahkan, meski sebagian warga sudah kembali ke rumah setelah pengecekan oleh Forkopimda, suplai makanan matang tetap dibutuhkan.
"Prediksi BMKG curah hujan masih tinggi hingga Februari, jadi kami tetap waspada," imbuhnya.
Tak hanya di dua wilayah tersebut, BPJS Kesehatan juga menyasar Kabupaten Pekalongan.
Bantuan serupa disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum yang dipusatkan di PT Sukun. Hal ini sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana. (yan/web/ida)
Editor : Ida Nor Layla