METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sudah seminggu lebih warga Kota Pekalongan yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Bremi bergelut dengan banjir setinggi dengkul hingga sepinggang orang dewasa.
Kalaupun Sebagian warga sudah meninggikan rumahnya, jalannya tetap terendam, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Kondisi tersebut memantik kepedulian berbagai pihak. Pengurus Besar (PB) Annitho Aswaja bersama dengan Pengurus Cabang (PC) Annitho Aswaja Kota dan Kabupaten Pekalongan pun menunjukkan kepedulian.
Dipimpin oleh Sekretaris PB Annitho Aswaja yang juga Ketua PC Annitho Aswaja Kota Pekalongan, Ny Hj. Zahroh Zaidi M.Pd menyalurkan bantuan sembako ke beberapa wilayah di Kota Pekalongan pada Sabtu sore 17 Januari 2026.
Di antaranya di Kelurahan Pasir Sari dan Kramat Sari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Termasuk ke warga terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Ketika menyalurkan bantuan sembako dilakukan, ketinggian banjir di sepanjang jalan di Kelurahan PasirKratonKramat bervariasi, ada yang sebetis hingga sepinggang orang dewasa.
Ironisnya, permukaan air Sungai Bremi memang lebih tinggi ketimbang dataran tanah yang dihuni para warga.
Banjir yang melanda sejak Sabtu 17 Januari 2026 hingga Sabtu 24 Januari 2026, yang diperparah dengan hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan, tak kunjung surut.
Sebagian warga di RW 8 dan RW 4 Kelurahan Pasir Sari memilih bertahan di rumah masing-masing. Kendati terkendala arus transportasi.
Rumah-rumah yang sudah ditinggikan dari jalan setempat, bisa tetap aman berada di rumah.
Namun rumah yang kemasukan air, terpaksa bergelut dengan aair banjir. Bisa juga menumpuk batako untuk berjalan dari satu ruang ke ruang lainnya.
Sebagian dari mereka, sudah tidak berangkat kerja atau meliburkan diri selama seminggu ini.
Kalaupun harus bekerja, mereka harus berjalan kaki di tengah banjir. Bantuan berupa mi instan, telur, sembako, sangat membantu para korban banjir.
“Dengan adanya bantuan ini, benar-benar sangat membantu kami yang sudah berhari-hari tidak bekerja,” kata Ketua RT 5 RW 8 Kelurahan PasirKratonKramat Muhammad Izzul Fachir.
Apalagi dari 80 kepala keluarga di RT 5 RW 8 Kelurahan PasirKratonKramat hanya satu KK yang mengungsi karena banjir sudah sepinggang dan rumahnya hampir roboh. Selebihnya memilih bertahan di rumah masing-masing.
“Kami memilih bertahan, karena mengungsi juga sama ribetnya. Apalagi kalau punya anak kecil, akan lebih repot kalau mengungsi,” katanya.
Diakuinya, wilayahnya memang sudah langganan kena banjir, tapi kali ini lebih parah dari banjir-banjir yang sebelumnya melanda wilayahnya.
Pihaknya tidak hanya meminta bantuan logistic warga ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, tapi juga meminta bantuan dua truk sandbag (karung berisi pasir) untuk sementara menutup tanggul yang jebol.
“Kami kemarin sudah kerja bakti menutup tanggul dengan sandbag. Kalau tidak ditutup, banjirnya bisa jauh lebih parah,” katanya.
Nyai Hj. Zahroh selaku perwakilan Annitho Aswaja menyatakan bantuan ini merupakan amanah dari Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya untuk peduli kepada masyarakat yang mendapatkan ujian atau terdampak bencana.
“Semoga diberikan kesabaran dan Allah SWT memberikan ganti rezeki yang berlipat lipat dari banjir air yang melanda wilayah ini. Semoga banjir ini segera surut dan Masyarakat bisa beraaktivitas kembali,” tandasnya. (ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan