METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah banjir yang memasuki hari ke-10, dapur umum membuktikan kuatnya gotong royong lintas sektor di Kota Pekalongan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memberikan apresiasi atas kolaborasi TNI, perangkat daerah, relawan, dan komunitas yang terus menjaga ketersediaan konsumsi bagi warga terdampak.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj Balgis Diab, saat meninjau langsung operasional dapur umum di Markas Kodim 0710 Pekalongan, Senin 26 Januari 2026.
Dalam kunjungan itu, Balgis memastikan proses penyediaan dan distribusi makanan berjalan lancar serta tepat sasaran.
Didampingi Dandim 0710 Pekalongan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinsos P2KB, serta jajaran instansi terkait, Balgis menilai dapur umum menjadi garda terdepan pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama bagi pengungsi dan masyarakat yang terdampak langsung banjir.
“Ini bukan sekadar soal bantuan makanan, tapi bukti sinergi lintas sektor yang nyata. Dapur umum Makodim 0710 setiap hari mampu memproduksi sekitar 200 hingga 250 porsi, yang didistribusikan ke wilayah terdampak dan titik-titik pengungsian,” ujar Balgis.
Menurutnya, sejak bencana melanda, berbagai elemen masyarakat turut bergerak. Mulai dari komunitas, organisasi kemasyarakatan, LSM, hingga kelompok warga di tingkat RT, kelurahan, dan kecamatan.
Bantuan yang disalurkan pun beragam, mulai dari sembako, pakaian layak pakai, makanan siap saji, hingga pendirian dapur umum mandiri.
Salah satu dapur umum yang aktif beroperasi berada di Gedung Aswaja Kota Pekalongan. Sejak pagi buta, relawan terlihat sibuk menanak nasi, memotong sayuran, hingga membungkus lauk untuk segera didistribusikan kepada warga terdampak banjir.
Baca Juga: Banjir Pekalongan Ditangani Sistematis, Pusat Siapkan Pompa dan Polder
Tak hanya itu, keterlibatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama mitra dan Dinas Sosial Pemkot Pekalongan turut memperkuat sistem distribusi.
Selain melayani tiga kali makan harian bagi pengungsi, SPPG juga mengirimkan ratusan hingga ribuan paket makanan siap santap setiap hari bagi warga yang memilih bertahan di rumah.
Pemkot Pekalongan berharap, kolaborasi lintas sektor ini terus terjaga hingga kondisi benar-benar pulih.
“Gotong royong inilah kekuatan kita. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak,” pungkas Balgis.
Sementara itu, Dandim 0710 Pekalongan menegaskan, seluruh proses pengolahan makanan di dapur umum dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kesehatan.
“Distribusi pun diatur secara terkoordinasi agar bantuan dapat menjangkau warga secara merata,” serunya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla